Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGATURAN OVERLOAD DAN LAST MINUTE CHANGE TERHADAP WEIGHT AND BALANCE DI PT. GAPURA ANGKASA BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG Firdaus, Ridwan; Resti Martanti, Ika Fathin
Jurnal Ground Handling Vol 4 No 02 (2022): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.457 KB) | DOI: 10.56521/jgh.v4i01.500

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan Overload dan Last Minute Change (LMC) dan perhitungan ideal dari Weight And Balance pesawat Citilink A320 rute Bandung – Balikpapan di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Hasil penelitian ini didapatkan dari hasil rata – rata perhitungan pada penerbangan dan untuk mengetahui pengaturan muatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dimana metode ini didukung dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil data penelitian ini dihitung dan diolah menggunakan SPSS 24.0 untuk melakukan uji analisis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah hasil analisis rata – rata Zero Fuel Weight, Take Off Weight dan Landing Weight Pesawat Citilink A320 Rute BDO – BPN menggunakan SPSS dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara ketiga nilai rata – rata ZFW, TOW dan LDW. Pada tabel Deskriptif rata – rata Zero Fuel Weight 32,45%, Take Off Weight 30,13% dan Landing Weight 30,13% dan didapatkan nilai rata – rata Stabilizer Trim pada Centre Of Gravity dari pesawat Citilink A320 adalah -0,3 Nose Down, dimana didalam rentang minimum sebesar -0,7 Nose Down dan maksimum 0,1 Nose Up, artinya dimana nilai rata – rata tersebut sangat berpengaruh terhadap terbentuknya titik keseimbangan pesawat (Centre Of Gravity) yang ideal untuk penunjang rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung (BDO) menuju Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepingan Balikpapan (BPN). Kemudian hasil penelitian dan observasi mengenai Pengaturan Muatan Apabila Terjadi LMC (Last Minute Change) dan Overload Pada Pesawat Citilink A320 Rute BDO – BPN, untuk pengaturan load penumpang jika load LMC kurang dari 500kg dalam pengaturan LMC pada loadsheet hanya ditambahkan dalam kolom LMC dengan persetujuan dari PIC dan SQC sebelum pemberangkatan tanpa harus mengganti loadsheet yang baru. Untuk pengaturan barang muatan pesawat (cargo) jika terjadi kelebihan muatan (overload) unit Load Control dan unit Load Master harus saling berkoordinasi guna mencegah terjadinya delay yang disebabkan oleh kelebihan muatan (overload). Apabila terjadi kelebihan muatan (overload) unit Load Control harus menginformasikan kepada unit Load Master untuk penurunan barang muatan (offload) yang berada pada kompartemen pesawat sesuai intruksi yang diberikan oleh PIC agar tidak menyebabkan terjadinya delay pada pesawat Citilink A320. Kata kunci: Weight And Balance, Last Minute Change, Overload, Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Analisis Kelengkapan Fasilitas Apron Movement Control (AMC) Berdasarkan KP 038 Tahun 2017 tentang Apron Management Service terhadap Kelancaran Pengawasan Sisi Udara di Bandar Udara Halu Oleo Kendari Satrio Dayyanu, Muhammad Rayhan; Resti Martanti, Ika Fathin
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1050

Abstract

Apron Movement Control (AMC) merupakan unit yang mengatur, mengawasi, mengendalikan pergerakan pesawat, kendaraan, petugas, penumpang dan peralatan pendukung (Ground Support Equipment) serta bertanggung jawab penuh terhadap segala kegiatan yang ada di apron dan wilayah sisi udara lainnya. Unit AMC bertugas dalam melaksanakan pengawasan terhadap ketertiban, keselamatan pergerakan lalu lintas di apron, kebersihan di sisi udara serta pencatatan data penerbangan. Kelancaran kegiatan pengawasan sisi udara didukung dengan adanya fasilitas sehingga kegiatan tersebut dapat termonitor dan terlaksana dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan fasilitas AMC dan kelancaran serta kendala pengawasan sisi udara dengan fasilitas yang tersedia di Bandar Udara Halu Oleo Kendari. Metode yang digunakan daam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas yang ada pada unit Apron Movement Control (AMC) berdampak pada kelancaran pengawasan sisi udara, dengan tidak adanya beberapa fasilitas berupa CCTV yang dapat dipantau dari sisi udara cukup menyulitkan personel AMC dalam melakukan pengawasan secara manual dan tanpa rekaman apabila terjadi insiden di sisi udara. Beberapa fasilitas yang diharuskan dalam KP 038 Tahun 2017 tentang Apron Management Service masih belum tersedia diantaranya Binocular dan Surface Movement Guidance and Control System (SMGCS) Monitor. Selain fasilitas yang tidak ada, beberapa fasilitas mengalami kendala seperti komputer yang cukup lambat, follow me car mogok, sepeda rusak, dan jumlah yang kurang seperti Handy Talky, Safety Vest, Ear-Muff. Hal ini berakibat pada kurang optimal dan maksimalnya pengawasan sisi udara di Bandara Halu Oleo Kendari.