Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADAPEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG TAHAP II KANWILDIRJEN BEA DAN CUKAI JAWA TENGAH DAN D.I YOGYAKARTA Himawan Ady Nugroho; Hari Setijo Pudjihardjo; Muhammad Wahyu Hadi Saputro
Teknika Vol 14, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.771 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i1.1556

Abstract

                                            ABSTRAK Jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang memiliki resiko. Maka dari itu diambil penelitian tentang penerapan Keselamtan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek Pembangunan Gedung Tahap II Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta yang berada di Jl. A. Yani No. 139 di kota Semarang dan dikerjakan oleh kontraktor KSO. PT. Satriamas Karyatama-PT. Gala Tama. Karena proyek tersebut memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 ). Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung Tahap II Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebanyak 35 responden.. Setelah menyebarkan kuesioner dan didapat data dari responden selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus IKR. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebagian besar responden adalah pekerja dengan presentase 62.8% dan berpengalaman lebih dari lima tahun dengan usia 20-50 tahun dan sebagian besar berpendidikan SMA sederajat dengan presentase 60%. Untuk jaminan K3 yang paling besar cukup baik dan penyebab timbulnya kecelakaan kerja yang paling banyak adalah kurangnya kesadaran pekerja itu sendiri sedangkan aturan yang diterapkan cukup baik. Untuk fasilitas APD yang sering digunakan helm proyek sampai dan taat pada rambu-rambu K3. Artinya program-program penerapan K3 pada proyek sudah dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci : keselamatan dan kesehatan kerja, konstruksi, proyek, penyebaran kuesioner, hasil penelitian.
ANALISIS SISTEM KERJA MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES 5 LANTAI DI TEMBALANG Ahmad Falasifadin; Dadang Suryo Wibowo; Hari Setijo Pudjihardjo
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.7 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i2.639

Abstract

Manajemen konstruksi bisa dikatakan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur, mengorganisir dan mengkoordinir semua pekerjaan yang dilaksanakan dan terlibat dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi. Sedangkan Manajemen konstruksi pada proyek adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Pada saat ini di Kota Semarang, Jawa Tengah telah dibangun gedung Poltekkes 5 lantai di Tembalang yaitu gedung pascasarjana yang dibangun oleh Kemenkes dengan menggunakan jasa Manajemen Konstruksi. Manajemen Konstruksi yang dipilih dari PT. Bina Karya dengan kontraktor pelaksananya dari PT. Jaya Arnikon dan perencananya dipercayakan oleh PT. Yodya Karya. Dengan adanya jasa Manajemen Konstruksi di Gedung ini, kami memilih untuk mengetahui sistem kerja Manajemen Konstruksi yang diterapkan dalam proyek konstruksi sehingga dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijadwalkan. Proyek ini dilaksanakan dalam 202 hari kalender yang selesai pada tanggal 31 Desember 2016 kemarin, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan gedung selama 6 bulan berikutnya. dengan melakukan metode kuesioner untuk tugas akhir ini penulis memilih beberapa responden yang terlibat dalam proses pekerjaan pembangunan di lingkungan proyek tersebut maupun dari luar proyek yang memiliki kesamaan dalam pembangunan gedung bertingkat. Kuesioner yang digunakan sebanyak 30 orang responden yang berpartisipasi menjawab dan mengisi kuesioner.