Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Film Pendek Animasi 2D sebagai Media Pelestarian Legenda Kebo Kicak di Kabupaten Jombang Dwi Armiati, Rifas; Susilo, Gunawan
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 3 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i3.4148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah film pendek animasi 2D sebagai media pelestarian legenda Kebo Kicak dari Kabupaten Jombang, dengan target audiens anak-anak usia 5-12 tahun. Perancangan ini ditujukan untuk mengenalkan kembali budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking yang meliputi lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur, yang kemudian dianalisis menggunakan teori 5W+1H untuk membedah permasalahan dan kebutuhan proyek. Hasil akhir dari perancangan ini adalah sebuah film pendek animasi 2D berjudul “Legenda Kebo Kicak” dengan durasi 10 menit 40 detik. Film ini akan dipublikasikan melalui platform YouTube untuk menjangkau audiens sasaran secara luas dan efektif, sekaligus menjadi media edukasi budaya yang modern dan relevan.
Perancangan Video Dokumenter Sekarya Setara untuk Meningkatkan Disability Awareness di Bidang Seni Haidar, Muhammad; Susilo, Gunawan
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 4 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i4.5124

Abstract

This research aims to design the documentary video “Sekarya Setara” as a medium to increase public awareness regarding the importance of support for persons with disabilities in the arts. Employing a procedural design approach encompassing pre-production, production, and post-production phases, this study utilized data collected through observations, interviews, questionnaires, and documentation analyzed qualitatively. The findings reveal that emotional support, technical guidance, and adaptive learning environments are critical for the artistic development of individuals with disabilities, as demonstrated by the narrative of a deaf Remo dancer. Consequently, the resulting documentary, complemented by supporting media such as posters and merchandise, proves effective as an educational tool for inclusivity. In conclusion, “Sekarya Setara” serves as a impactful instrument for disability awareness campaigns and establishes a viable model for inclusive-oriented media production within the arts sector.