This Author published in this journals
All Journal Pawiyatan
Gitayati, Prih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGATASI KECEMASAN SISWA MENGHADAPI UJIAN NASIONAL MELALUI STRATEGI INTERVENSI KONSELING Gitayati, Prih
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.555 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang ditimbulkan oleh sebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu, misalnya meghadapi ujian nasional. Demikian pula kecemasan yang di alami oleh para siswa di SMA Negeri 4 Semarang yang berakibat pada pesimistik setiap kegiatan yang dilakukan. Sebab-sebab kecemasan ini bisa berupa kurangnya kepercayaan diri, adanya putus asa, frustasi, tidak dapat bertindak secara efektif, dan bahkan hingga sampai pada kegagalan dalam berprestasi. Oleh sebab itu tindakan intervensi konseling model ini dirasa mampu mengurangi dan bahkan menghilangkan rasa kecemasan yang ada pada diri siswa dalam menghadapi ujian nasional tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan tingkat kecemasan siswa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD), dan (2) membandingkan keefektifan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) yang dikombinasikan dengan tanpa dikombinasikan keduanya untuk menangani kecemasan siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperiman dengan menggunakan model pretest-postest control group, yaitu untuk membandingkan antara kedua konseling tersebut. Sedangkan sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling pada siswa kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan Strategi Intervensi Konseling (SIK), dan (2) SIK mampu mengatasi kecemasan pada siswa dalam menghadapi ujian nasional.
Mengatasi Keterlambatan Anak Masuk Sekolah Melalui Konseling Perorangan Pada Peserta Didik Kelas x-ips-2 sma negeri 4 semarang Gitayati, Prih
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.15 KB)

Abstract

Tujuan penelitian: 1) mendeskripsikan faktor penyebab anak terlambat masuk sekolah, 2) pelaksanaan layanan konseling perorangan oleh guru BK; dan 3) pelaksanaan layanan konseling perorangan dalam mengatasi keterambatan anak masuk ke sekolah pada peserta didik di SMA Negeri 4 Semarang. Metode penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan kualitatif yang dikenakan pada subjek kelas X-IPS-2 yang berjumlah 35 anak. Alat pengumpul data adalah dokumentasi dan observasi yang didasarkan pada lembar pedoman observasi yang disusun oleh peneliti setelah mendapatkan persetujuan Kepala sekolah dan guru BK lain sebagai kolaborator. Teknik analisis data digunakan analisis deskriptif persentase yang diinterpretasikan dengan pedoman penilaian yang ditetapkan peneliti. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) faktor penyebab anak terlambat datang ke sekolah ada berbagai macam, diantaranya kesibukan anak membantu orang tua, transportasi yang tidak lancar, dan pengaruh teman; 2) pelaksanaan layanan konseling perorangan oleh guru BK termasuk baik, hal ini diketahui dari hasil dari pra siklus 91,43% dengan kriteria kurang, kemudian siklus I diperoleh hasil 80,00% dengan kriteria cukup, dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 92,86 dengan kriteria baik, sedang sisanya 5 anak dalam kriteria kurang dilakukan tindakan guru BK berkolaborasi dengan peneliti diperoleh skor 100%, dan 3) pelaksanaan layanan konseling perorangan oleh guru BK dalam mengatasi keterlambatan anak masuk sekolah termasuk efektif, hal ini diperoleh angka sebesar 91,43% dan angka tersebut melebihi ketuntasan yang ditetapkan sebesar 75%.