Risvan Akhir Roswandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENAKAR KESELARASAN ISLAM DAN PATRIOTISME Risvan Akhir Roswandi
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 16 No. 1 (2021): Mei: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.269 KB) | DOI: 10.55558/alihda.v16i1.50

Abstract

Perjuangan kemerdekaan Indonesia telah menempatkan Islam sebagai ruh pergerakannya. Melalui ajaran jihad, semangat membela agama bersatu padu dengan kecintaan mendalam kepada tanah air. Perpaduan ini kemudian melahirkan patriotism bernafaskan Islam. Yaitu kecintaan kepada negara yang berlandaskan ketaatan pada  perintah sang pencipta. Rasa cinta itu pada akhirnya mampu mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka. Sehingga bangsa ini menempatkan agama sebagai landasan utama dalam mempertahankan dan mengisi setiap sendi kemerdekaannya. Sayangnya, semangat keislaman yang melandasi patriotisme kerap dipertentangkan dengan ajaran Islam oleh beberapa pihak. Tidak jarang kita mendengar kasus-kasus kekerasan dan terorisme yang mengatasnamakan agama sebagai landasan pergerakannya. Mulai dari kasus bom Bali, JW Marriot dan Bom Thamrin. Maka mengatasi masalah diatas Negara dalam menjalankan tugasnya tidak bolehmenjauhi agama. Karena agama itu akan mempermudah negara dalam memenuhi janji konstitusi. Di samping itu agama dan negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan apalagi dibenturkan. Namun negara dan agama harus bersinergi dan saling mengisi untuk kebaikan rakyat di dunia dan akhirat.
OPTIMALISASI WAKAF TUNAI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMAT Risvan Akhir Roswandi
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 16 No. 2 (2021): Oktober: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.011 KB) | DOI: 10.55558/alihda.v16i2.54

Abstract

Rasulullah Saw bersabda: “Semua amal manusia akan terputus kecuali tiga perkara, yaitu: shadaqah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Inti shadaqah jariyah, sebagaimana disebutkan oleh ulama fikih adalah wakaf, karena manfaatnya berlangsung lama dan bisa diberdayakan oleh masyarakat umum.Wakaf merupakan Instrumen Ekonomi Islam yang sangat unik dan sangat khas dan tidak dimiliki oleh sistem ekonomi yang lain. Masyarakat non-Muslim boleh memiliki konsep kedermawanan (philanthropy) tetapi ia cenderung seperti hibah atau infaq, berbeda dengan wakaf