p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Verbum Christi
Santoso, Audy
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Salib dan Imam Besar Santoso, Audy
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 11 No 1 (2024): Salib dan Imam Besar
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/VC11.1.2024.edi

Abstract

A servant follows his master. Malchus, whose ear was cut off, followed the blind and deaf old high priest. The snake that is often depicted as Satan is an animal that does not have ears. Thus, the offspring of the serpent follow their father. When on the day of the resurrection of the Lord Jesus, these chief priests bribed the soldiers to lie about the events of the resurrection. Those fluent in the Torah violate the Torah, which clearly says that bribery blinds the eyes of those who see or are wise. One of the characteristics of those of us who serve the true high priest is the use of our ears. Christ said that the ears that hear are blessed.
KREDIBILITAS & KONTRIBUSI INJIL KEEMPAT TERHADAP STUDI YESUS SEJARAH Santoso, Audy
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 2 No 1 (2015): Verbum Christi
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc2.1.2015.art3

Abstract

Para ahli Yesus Sejarah secara umum hanya menerima injil Sinoptik dan menolak kredibilitas Injil Keempat menjadi sumber mereka. Hal ini mengakibatkan munculnya presentasi yang cacat akan gambaran Yesus Sejarah dalam setiap fase perkembangannya. Pencarian ketiga dari Yesus Sejarah, misalnya seperti yang dikerjakan oleh E. P. Sanders, berusaha mengoreksi gambaran yang cacat ini dari pencarian-pencarian sebelumnya. Tapi upayanya kembali gagal melampaui palang representasi Yesus Sejarah yang sejati disebabkan pandangannya yang skeptis terhadap injil keempat. Di artikel ini, bukti-bukti ekstrinsik dan intrinsik dipaparkan untuk menunjukkan kredibilitas akan Injil Keempat. Lalu, setelah menunjukkan kekurangan dari pencarian-pencarian yang sebelumnya, beberapa catatan akan kontribusi positif diberikan melalui Injil keempat sehingga Yesus Sejarah yang sejati dapat dimunculkan.
Editorial: ALLAH, SANG PEMECAH KESUNYIAN Santoso, Audy
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 5 No 2 (2018): Verbum Christi
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc5.2.2018.edi

Abstract

Editorial: PEMBANGUNAN RUMAH ROHANI Santoso, Audy
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 6 No 2 (2019): Verbum Christi
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc6.2.2019.edi

Abstract

Allah yang Tak Terselami Santoso, Audy
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 8 No 2 (2021): Allah yang Tak Terselami
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/VC8.2.2021.edi

Abstract

Pengenalan akan Allah memengaruhi seseorang hidup di dalam penyembahannya. Israel yang menyembah anak lembu emas, sebelumnya hidup di dalam kemegahan yang fana dengan memakai perhiasan-perhiasan (Kel. 33:6). Bagaimana seharusnya kita hidup merefleksikan pengenalan akan Allah yang melewatkan kegemilangan-Nya kepada Musa? Disinilah kita mengerti apa artinya kebaikan TUHAN. Kebaikan yang bukan bersifat menetap melainkan yang lewat/transient/ passing. Kemuliaan TUHAN yang adalah kebaikan harus bersifat transient di dunia yang fana ini, jika tidak kemuliaan tersebut akan menghanguskan seluruh ciptaan ini. Demikianlah kebaikan yang orang Kristen hidupi di dunia ini. Impresi pada orang yang menerima kebaikan pun harus bersifat transient. Di dalam melakukan kebaikan yang transient inilah, kita mengikuti jejak kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan kepada kita. Semoga di tengah pandemi yang kita harapkan berlalu, nafas kehidupan kita yang transient boleh menjadi passing goodness bagi orang lain. Kehidupan Yesus di dunia ini begitu cepat berlalu, hanya tiga puluh tiga dan setengah tahun dilaluinya. Namun Yesus meninggalkan kalimat terakhir yang menguatkan para murid dan kita di percakapan terakhir-Nya: Ego Vici Mundum/ Aku telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33).