Kehidupan sosial ekonomi didefinisikan sebagai kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok orang yang ditentukan oleh aktivitas ekonominya, pendapatannya, tingkat pendidikannya, usianya, jenis rumah tinggalnya, dan posisinya dalam berbagai organisasi, dan faktor lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa status sosial ekonomi menunjukkan betapa buruknya kondisi sosial ekonomi seseorang di masyarakat. Kampung Kuliner adalah tempat yang banyak diminati oleh orang-orang dari berbagai usia. Kawasan ini terletak di Kelurahan Bintan, Kecamatan Dumai Kota, dan menjadi tempat favorit bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati berbagai makanan lezat di tempat yang ramai dan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti secara khusus berkonsentrasi pada pedagang kaki lima sebagai subjek utama. Peneliti menggunakan wawancara mendalam dan observasi langsung untuk mendapatkan data yang mencerminkan keadaan di lapangan. Untuk melakukan ini, mereka menggunakan berbagai metode penelitian, termasuk observasi langsung di lokasi, wawancara dengan informan yang dipilih secara hati-hati, dan dokumentasi yang relevan. Dari temuan yang mereka peroleh dari wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, penulis percaya bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh berdasarkan temuan wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. upaya yang dilakukan oleh para pedagang di Kampung Kuliner Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran modern melalui media sosial. Dengan kombinasi antara inovasi, pelayanan yang baik, dan kolaborasi dengan pihak terkait, para pedagang berhasil menciptakan lingkungan yang menarik bagi konsumen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka secara signifikan.