Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja yang digunakan oleh Bappeda untuk mengetahui capaian dalam penyusunan rencana kerja daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah belum optimalnaya pencapaian kinerja penyelenggara pembangunan daerah dan kurangnya ketepatan waktu dalam penyusunan rencana pembangunan dan anggaran tahunan daerah. Untuk menganalisis masalah ini, peneliti ini menggunakan teori Dharma (2001: 154) yaitu dengan pengukuran sebagai berikut: a) Kuantitas; b) Kualitas; dan c) Ketepatan Waktu. Hasil penelitian ini, Hasil penelitian ini adalah pada pertumbuhan ekonomi yang realisasinya tidak tercapai target sebesar 5,02% dan pada indikator pembangunan manusia yang sama sekali belum ada realisasinya ini dapat dikatakan belum/ tidak berhasil dilihat dari segi kuantitas. Selanjutnya kepuasan berdasarkan yang dirasakan masyarakat terhadap capaian kualitas kinerja Bappeda dalam penyusunan RKPD Kalbar belum begitu baik karena masyarakat beranggapan masih ada penduduk yang mengalami gizi buruk dana anak-anak yang tidak bisa bersekolah artinya penyelenggaraan pertumbuhan ekonomi di Kalbar belum begitu baik maupun berkualitas. Kemudian dari segi ketepatan waktu ternyata mengalami beberapa hambatan yang menyebabkan realisasinya terhambat seperti lambatnya proses pencairan dana dan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh Bappeda sehingga proses perealisasian berikutmya juga mempengaruhi penyusunan RKPD pada tahun berikutnya. Kata-kata Kunci : Bappeda, Rencana Kerja, Capaian, Indikator.