NIM. E01112123, MUHAMMAD FATHONI
fisip

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI APARATUR PEMERINTAH, LINGKUNGAN KERJA,DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DINAS PEMUDA, OLAHRAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA (DISPORABUDPAR) KABUPATEN MELAWI NIM. E01112123, MUHAMMAD FATHONI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3912.983 KB) | DOI: 10.26418/publika.v5i1.987

Abstract

Fenomena yang terjadi adalah kinerja aparatur pemerintah Disporabudpar Kabupaten Melawi yang tergolong rendah, hal ini berdasarkan dari Laporan Kinerja Tahunan kantor tersebut tahun 2014 yang mana rata-rata program dan rencana kerja dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 hanya 36% saja program yang mampu terealisasi. Fenomena ini diindikasikan dipengaruhi oleh masalah kompetensi aparatur yang tidak memiliki latar pendidikan yang kompeten di bidangnya, lingkungan kerja kantor yang masih perlu penyesuaian karena baru ditempati dan motivasi kerja aparatur pemerintah kantor tersebut yang rendah ditunjukkan dengan banyaknya ketidakhadiran aparatur dengan status tanpa keterangan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori faktor yang mempengaruhi kinerja oleh Griffin (dalam Wiley, 1997) menyatakan bahwa di dalam beberapa instansi, kinerja aparatur pemerintah ditentukan oleh tiga hal yaitu kompetensi, lingkungan kerja dan motivasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada pengaruh kompetensi aparatur pemerintah, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja aparatur pemerintah pada dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Melawi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus analisis Products momen (korelasi sederhana dan berganda), regresi linier sederhana, regresi linier berganda dan koefisien determinasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa korelasi antara kompetensi dengan kinerja sebesar 0,802, koefisien regresi kompetensi sebesar 0,538 serta pengaruh kompetensi terhadap kinerja sebesar 64,3%. Korelasi antara lingkungan kerja dengan kinerja sebesar 0,704, koefisien regresi lingkungan kerja adalah sebesar 0,358 dan pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja sebesar 49,6%. Koefisien korelasi antara motivasi dengan kinerja adalah sebesar 0,786, koefisien regresi motivasi adalah sebesar 0,297 serta pengaruh motivasi terhadap kinerja sebesar 61,8%. Koefisien korelasi antara kompetensi aparatur pemerintah, lingkungan kerja dan motivasi dengan kinerja adalah sebesar 0,826, Koefisien regresi kompetensi sebesar 0,320, nilai koefisien regresi lingkungan kerja sebesar 0,014, nilai koefisien regresi motivasi sebesar 0,135, serta pengaruh kompetensi, lingkungan kerja dan motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja sebesar 68,2%. Sedangkan sisanya sebesar 31,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Untuk meningkatkan kompetensi intelektual aparatur melalui pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan bidang kerja mereka, atasan harus mampu memberikan motivasi kepada para aparatur dengan cara memberikan penghargaan, pujian, insentif dan sebagainya terhadap para aparatur. Penelitian selanjutnya tentang faktor yang mempengaruhi kinerja dapat melakukan meneliti faktor-faktor lain menurut para ahli lain sebesar 31,8% yang mempengaruhi kinerja yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan penelitian pendekatan kualitatif agar dapat menganalisis tentang permasalahan yang diteliti secara lebih mendalam. Kata-Kata kunci penelitian: Kompetensi, Lingkungan Kerja, Motivasi, Kinerja Aparatur Pemerintah.