Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah perkembangan pelaksanaan program peningkatan kesertaan Keluarga Berencana bagi pria dilapangan belum seperti yang diharapkan yaitu dari segi komunikasi penyuluhan, bimbingan, motivasi, dan konseling kepada masyarakat khususnya bagi kaum pria itu masih perlu ditingkatkan lagi. Dari segi sikap,para penerima program KB priamasihtergolong kurang baik sehingga dapatdikatakan bahwa sikap masyarakat terhadap program tersebut adalah sikap yangnegatif maka sebagian besar dari mereka menolak adanya MOP.Masalah yang diteliti adalah kebijakan pemerintah dalam implementasi program keluarga berencana bagi pria ditinjau dari aspek komunikasi dan sikap. Teori menurut G. Edward III dalam Nawawi (2009:136), untuk mengungkapkan masalah yang ada yaitu difokuskan pada sikap dan komunikasi implementator pada kebijakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif.Hasil dan kesimpulan penelitian yaitu Komunikasi yang terdapat dalam Implementasi Program Keluarga Berencana Bagi Pria di Desa Meliau Hilir kurang baik, dikarenakan adanya transmisi informasi antar implementor yang kurang lancar, dan butuh kejelasan dalam program tersebut.Disposisi dalam Implementasi Program Keluarga Berencana Bagi Pria di Desa Meliau Hilir sebagian besar masih enggan menerima programyang ada dikarenakan mereka tidak benar-benar memahami manfaat MOPitu sendiri. Saran penelitimeningkatkan mutu kader KB di Desa Meliau Hilir, mengadakan perlombaan pembuatan program kerja, untukmelatih agar kader memiliki inovasi baru dalam rangka mensukseskanprogram Keluarga Berencana bagi pria di Desa Meliau Hilir, perbaikan jaringan komunikasi demi tercapainya tujuan bersama. Kata-kata kunci : Implementasi Program Keluarga Berencana, Pria, Komunikasi, dan Disposisi