Permasalahan dalam penelitian ini diantaranya proses perekrutan peserta pelatihan tidak transparan serta sumber daya manusia bukan kalangan yang mempunyai latar belakang   enterpreuner. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan proses pelaksanaan program pelatihan wirausaha model CEFE di Kota Pontianak belum maksimal. Dengan menggunakan pendekatan teori Sabatier dan Mazmanian yang terdiri dari tiga aspek yaitu a. Karakteristik Masalah b. Daya Dukung Peraturan c. Variabel Non Peraturan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ditinjau dari aspek isi kebijakan yaitu  pertama karakteristik masalah, dimana masih kurangnya ketersediaan teknologi dan teori teknis, kedua daya dukung peraturan   yang belum mendukung dilaksanakannya proses pelatihan   ketiga variabel non peraturan di mana   implementor kurang memperhatikan kondisi sosial budaya tempat dilaksanakannya kebijakan tersebut. Saran yang dapat diberikan sebagai suatu masukan adalah  sebagai  berikut: pembuat kebijakan harus lebih memahami karakteristik masalah yang ada dalam pelaksanaan pelatihan yang pernah dilaksanakan sebelumnya agar dapat meminimalkan terjadinya kesalahan yang sama.  Saran lainnya yaitu  hendaknya pembuat kebijakan membuat suatu peraturan yang benar-benar dapat menjadi dasar pelaksanaan pelatihan dengan memberikan sanksi bagi pelanggarannnya serta dengan memperhatikan kondisi sosial budaya setempat agar pelatihan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar dan agar hasil akhir pelatihan dapat terlaksana seperti apa yang menjadi tujuan pembuat kebijakan. Kata-kata kunci :  Evaluasi, Program, Pelatihan Wirausaha, kebijakan publik