Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya sampah yang meluber atau tidak diangkut oleh petugas,jadwal pembuangan sampah yang kurang optimal dan masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Indikator yang digunakan peneliti untuk menganalisis pengelolaan sampah di Kabupaten Kubu Raya adalah berdasarkan teori G.R. Terry (dalam Wiludjeng 2007;4) yakni dari aspek perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. Metodepenelitian  yang digunakanadalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari indikator perencanaan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Kubu Raya pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir menggunakan sistem ruang terbuka (Open Dumping) dan banyak Tempat pembuangan sementara yang bersifat liar. Pada indikator pengorganisasian, kebanyakan masyarakat membuang sampah tidak sesuai jadwal yang ditentukan pada indikator penggerakkankoordinasi pemerintah terkait dengan pihak warga terutama dalam penempatan lokasi TPS masih kurang optimal dan Jadwal pengangkutan dan pembuangan sampah masih kurang optimal. Sedangkan pada indikator pengawasan, minimnya kesadaran masyarakat akan manfaat sampahdandalam  halmembuang sampah. Saran dari hasil penelitian ini yakni peneliti berharap pemerintah setempat dapat mengganti sistem pada Tempat Pembuangan Sementara dengan bak sampah atau container, menambah jumlah armada pengangkut sampah dan perlu pengawasan berkala dalam mengawasi pelaksanaan peraturan dilapangan terutama mengenai jadwal pembuangan sampah sehingga masyarakat dapat tertib membuang sampah sesuia peraturan yang ditetapkan. Kata-kata kunci: Pengelolaan Sampah, Kebersihan Kota, Kabupaten Kubu Raya