Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KUANTITAS DAN NILAI PRODUK HASIL USAHA TERNAK BEBEK PETELUR di MUNTILAN, MAGELANG Aqidah Asri Suwarsi; Safaah Restuning Hayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.033 KB) | DOI: 10.18196/ppm.38.248

Abstract

Muntilan yang terletak di kaki Gunung Merapi memiliki kondisi tanah yang subur sehingga sebagian besar pencaharian penduduknya adalah petani dan peternak. Ketersediaan air yang bagus dan pakan ternak yang melimpah menjadi faktor pendukung mata pencaharian peternak rumahan bebek. Bebek dipilih karena memilki produktfitas lebih lama dibandingkan unggas lain. Akan tetapi, ada masalah yang dihadapi peternak, yaitu masih kecilnya skala produksi yang dihasilkan dari usaha ternak. Di samping itu, risiko kesehatan dan kematian ternak yang tinggi, jumlah hasil produksi telur pada skala maksimal 70%, padahal permintaan pasar telur bebek tinggi. Selain itu, ada masa tidak produktif dari hewan ternak selama 1 bulan yang mengakibatkan pendapatan peternak tidak stabil. Metode penyelesaian masalah melalui Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan cara penambahan sarana produksi dan meningkatkan nilai jual telur bebek, yaitu telur asin bakar. Nilai jual telur asin bakar 2 kali lipat dibandingkan nilai jual telur mentah. Pelatihan dan pendampingan proses pembuatan telur asin bakar dilaksanakan untuk mitra serta dilengkapi dengan pelatihan teknik packaging dan pembubuhan merek. Hasil kegiatan ini adalah bertambahnya kuantitas hewan ternak dan hasil telur ternak. Selain itu, ada peningkatan nilai (value added) dari hasil telur yang diproduksi menjadi telur asin aneka rasa. Pendapatan harian peternak bisa meningkat 20–40 ribu per harinya.
Strategi Penguatan BMT Berdasarkan Perilaku Pedagang Di Pasar Tradisional Safaah Restuning Hayati
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.091 KB) | DOI: 10.30651/jms.v2i2.893

Abstract

Paper ini bertujuan untuk menemukan strategi penguatan BMT melalui segmentasi pasar. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang di pasar tradisional yang berada di wilayah karisidenan Surakarta. Menggunakan dasar teori marketingmix untuk jasa. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah responden 60 pedagang. Teknik analisis data menggunakan analisis cluster. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan SPSS 23. Hasil olah data menemukan 3 segmen/cluster, di mana masing-masing segmen memiliki faktor pertimbangan berbeda dalam memutuskan untuk mengajukan pembiayaan di BMT. Strategi utama yang harus dilakukan BMT adalah meningkatkan literasi keuangan syariah bagi pedagang di pasar tradisional dan membuat inovasi produk pembiayaan yang sesuai dengan kondisi pedagang yang unbankable.
Zero Hunger and Islamic Philanthropy Movement in Surakarta: A Study at Dahar Gratis Community Safaah Restuning Hayati
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/dinika.v8i2.7390

Abstract

Poverty and hunger are significant issues in Indonesia. Non-governmental organizations also participate in poverty alleviation programs through philanthropic actions, including at the local level such as in Surakarta. This study aims to analyses philanthropic practices within the Dahar Gratis Community, Surakarta. The study is qualitative research and employs the theory of creative philanthropy proposed by Helmut K Anheier and Diana Leat (2006), focusing on the charity approach. The findings reveal that the Dahar Gratis Community sparks generosity and solidarity among its members by distributing food to the impoverished, thereby building a periodically empowered society. While operating at the local level, especially among young people, the community strives to provide global influences. The community managers believe that generosity is contagious, inspiring many to follow the same path of sharing with those in need. The Dahar Gratis Community also enhances philanthropic awareness in the community, particularly in Surakarta. This program proves effective in creating positive changes, notably in alleviating hunger and fostering generosity. Achieving a hunger-free society aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs) of zero hunger.