Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN AJARAN ISLAM DALAM TRADISI POPOKAN Fikriyah, Siti Zakiyatul; Jayanti, Indra Dwi; Mu’awanah, Siti
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.555 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.11111

Abstract

Abstrak: Pengetahuan masyarakat awam mengenai suatu tradisi atau kebudayaan umumnya hanya mengenal sebuah tradisi yang sangat terkenal, pun tanpa mengetahui makna filosofisnya. Bahkan tidak jarang di antara mereka tidak mengetahui jika ada sebuah tradisi di sekitar daerahnya sendiri. Hasil dari wawancara dari beberapa masyarakat sekitar kecamatan Bringin menunjukan masih banyak yang belum mengenal betul mengenai adanya tradisi Popokan. Kalaupun ada yang tahu, mereka akan mengatakan kurang mengenal betul mengenai makna filosofis dari tradisi Popokan. Tujuan artikel ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan bentuk akulturasi budaya Jawa dan ajaran Islam pada tradisi Popokan (saling melempar lumpur) di Dusun Sendang, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dan (2) mengetahui bagaimana cara masyarakat Desa Sendang dalam mempertahankan tradisi Popokan tersebut yang hingga saat ini masyarakat Desa Sendang masih terus menjalankannya. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian dalam artikel akulturasi budaya Jawa dan ajaran Islam pada tradisi Popokan adalah teori Kebudayaan dan teori Akulturasi. Penelitian ini bersifat kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dalam artikel ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dalam tradisi Popokan masih menggunakan budaya Jawa yang merupakan warisan nenek moyang, yakni adanya sesajen saat pelaksanaan tradisi Popokan, serta diiringi dengan adanya ajaran Islam di dalam tradisi Popokan, seperti ziarah kubur dan doa-doa kepada Allah SWT. (2) Masyarakat Desa Sendang melestarikan tradisi Popokan dengan cara selalu melaksanakan tradisi ini setiap setahun sekali, dan tidak pernah melewatkannya. Hal ini didasari oleh kepercayaan mereka, bahwa jika tidak melaksanakannya akan terjadi bencana besar di Desa Sendang. Terbukti pada sekitar tahun 1950 pernah terjadi bencana besar yang merugikan warga, sehingga masyarakat Desa Sendang tidak ingin mengulangi untuk yang kedua kalinya.Kata kunci: Akulturasi; Budaya; Popokan.Abstract: The knowledge of ordinary people about a tradition or culture generally only recognizes a very famous tradition, even without knowing its philosophical meaning. In fact, not infrequently among them do not know if there is a tradition around their own area. The results of interviews from several communities around the Bringin sub-district showed that there were still many who were not familiar with the Popokan tradition. Even if anyone knows, they will say they don't know much about the philosophical meaning of the Popokan tradition. The purpose of this article is to: (1) describe the forms of acculturation of Javanese culture and Islamic teachings in the Popokan tradition (throwing mud at each other) in Sendang Hamlet, Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency, and (2) knowing how the Sendang Village community maintains the Popokan tradition which until now the people of Sendang Village continue to practice it. The theory used to analyze the acculturation research of Javanese culture and Islamic teachings in the Popokan tradition is the Culture theory and Acculturation theory. This research is qualitative. The type of data used are primary data and secondary data. Data collection is done through interviews, observations, and documentation. The data in this article were analyzed descriptively qualitatively. The results of this study indicate that: (1) In the Popokan tradition they still use Javanese culture which is a legacy of their ancestors, namely offering offerings during the Popokan tradition, and accompanied by Islamic teachings in the Popokan tradition, such as grave pilgrimages and prayers to God SWT (2) Sendang Village people preserve the Popokan tradition by always carrying out this tradition once a year, and never miss it. This is based on their belief, that if they don't do it, there will be a big disaster in Sendang Village. It was proven that around 1950 there had been a major disaster that harmed residents, so that the people of Sendang Village did not want to repeat a second time.Keywords: Acculturation; Culture; Popokan.
IMPACT OF DISCLAIMER DUE TO COVID-19 ON THE RELIGIOUS VALUE OF OFFICIAL WORKERS Fikriyah, Siti Zakiyatul; Mumtahanah, Khoirul; Amaliyah, Khasiatun
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v5i1.3292

Abstract

The Covid-19 virus is one type of infectious disease or infectious disease that emerged in Wuhan, China in December 2019. And began to spread in Indonesia in March 2021. The increasing number of positive cases and deaths due to Covid-19 has led the government to implement several policies, namely restrictions on Large-Scale Social Affairs (PSBB) and working from home. This policy has a very big impact on employers because they experience enormous losses so that company leaders carry out layoffs (layoffs) on a large scale or on a large scale. The impact of the termination of employment is felt directly by the workers concerned. And social changes began to occur in workers who were laid off (changes in religiosity), such as what happened in Dongos Village, Kedung District, Jepara Regency. This study aims to see the impact and influence factors of layoffs due to Covid-19 on the religious level of workers who were laid off and who were not laid off. The method used is a combined research approach (quantitative and qualitative), using a questionnaire and direct interviews. The results obtained indicate that layoffs due to Covid-19 affect the level of religiosity of laid-off workers. Moreover, there is a difference in the level of religiosity between workers who were laid off and those who were not. The factors that influence the impact of layoffs due to Covid-19 on the level of worker religiosity are 1) Ideological, 2) Ritualistic, 3) Expressive, and 4) Consequences
Hubungan Penguasaan Mufrodat terhadap Peningkatan Maharah Al-Kalam Santri di Pondok Pesantren Tajul Anwar Al-Falah Fikriyah, Siti Zakiyatul; Soe'aiddy, Mochammad Deddy; Rachma, Fikni Mutiara
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22333

Abstract

Penguasaan mufrodat merupakan aspek dasar dalam pembelajaran bahasa Arab karena mufrodat adalah fondasi utama dalam membentuk kalimat dan menyampaikan makna. Maharah al-kalam sangat bergantung pada sejauh mana penguasaan mufrodat seorang pembelajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penguasaan mufrodat terhadap peningkatan maharah al-kalam santri di Pondok Pesantren Tajul Anwar Al-Falah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan sampel 60 santri dan instrumen angket skala Likert. Hasil menunjukkan hubungan positif signifikan antara penguasaan mufrodat dan maharah al-kalam dengan koefisien korelasi 0,677 dan R² sebesar 0,458. Artinya, penguasaan mufrodat memberikan kontribusi sebesar 45,8% terhadap peningkatan maharah al-kalam santri.