Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Kinerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK-Migas) Radita Arindya
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2482

Abstract

Setelah 70 tahun merdeka dan rapuh dalam ketahanan energi, kita perlu menata kembali sektor dan industria Hulu Migas. Disatu sisi kedaulatan pengelolaan sumber daya alam dipermasalahkan kesesuainnya dengan konstistusi, di pihak lain impor minyak dan BBM dibiarkan terus meningkat. Padahal seluruh impor berasal dari sumber yang dikuasai asing. Bentuk Satuan Kerja Hulu Migas menjadi tidak sesuai untuk pengelolaan Migas, karena untuk menjadi Badan Usaha harus mempunyai keuntungan dan keuntungan dari hasil pembagian produksi migas yang menjadi profit SKK Migas tidak cukup menjadikannya sebagai badan usaha. Jika prediksi produksi dan cadangan migas Indonesia yang semakin menurun maka bila tidak ada eksplorasi yang baru, SKK Migas ini akan membukukan keuntungan yang terus menurun sesuai dengan trend produksi. Sementara, seperti halnya Badan usaha yang lain, expense perusahaan akan terus naik dari tahun ke tahunnya. Pengelolaan Migas yang sesuai untuk Indonesia adalah mengembalikan fungsi pengawasan dan Pengelolaan Migas ini kepada Pertamina sehingga akan memaksimalkan keuntungan buat negara dan hasil migas akan dapat dinikmati oleh daerah penghasil migas.
PENALAAN KENDALI PID UNTUK PENGENDALI PROSES Radita Arindya
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.116

Abstract

Penalaan parameter kontroller PID selalu didasari atas tinjauan terhadap karakteristik yang diatur(Plant). Dengan demikian betapapun rumitnya suatu plant, perilaku plant tersebut harus diketahuiterlebih dahulu sebelum penalaan parameter PID itu dilakukan. Karena penyusunan model matematikplant tidak mudah, maka dikembangkan suatu metode eksperimental. Metode ini didasarkan padareaksi plant yang dikenai suatu perubahan. Dengan menggunakan metode itu model matematikperilaku plant tidak diperlukan lagi, karena dengan menggunakan data yang berupa kurva keluaran,penalaan kontroler PID telah dapat dilakukan. Penalaan bertujuan untuk mendapatkan kinerja sistemsesuai spesifikasi perancangan.
PEMANFAATAN NIPAH UNTUK BIOETHANOL DI DELTA MAHAKAM Radita Arindya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurunnya produksi sumber energi fosil di dunia termasuk Indonesia, memaksa para ahli energi untuk mencari energi terbarukan lainnya sebagai alternatif bahan bakar fosil. Etanol sintesis sering disebut methanol atau metil alkohol atau alkohol kayu, terbuat dari etilen, salah satu turunan minyak bumi atau batu bara. Bahan tersebut diperoleh dari proses sintesa kimia yang disebut hidrasi, sedangkan bioethanol dibuat dari biomassa (tanaman) melalui proses biologi (enzimatik dan fermentasi). Bioetanol mempunyai titik didih 78,4°C, tidak berwarna, mudah menguap (volatile), dapat bercampur dengan air, mudah terbakar, dan berbau tajam (menyengat). Bioetanol termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3) dan memiliki spesific gravity 0,7851 pada suhu 200°C. Bioetanol secara sifat kimia yaitu dapat bereaksi secara dehidrasi, dehidrogenasi, oksidasi, esterifikasi. Bioetanol merupakan alkohol (etanol) yang berasal dari sumber nabati terbarukan atau merupakan etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Proses destilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan bakar (fuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99%, yang lazim disebut Fuel Grade Ethanol (FGE).
NIPAH (NYPA FRUTICANS) UTILIZATION FOR BIO-ETHANOL AT DELTA MAHAKAM Radita Arindya
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 19, No 1 (2017): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v19i1.2094

Abstract

In the year 2007-2012, the Indonesian government target to replace 1.48 billion liters of gasoline with bio-ethanol. Currently a new bio-ethanol can be supplied as much as 137,000 liters per month (0.4%). Nipah (Nypa fruticans) is one of palm species that grows in the mangrove forest. Sugar from the sap of Nipah is high enough so that it is potential as a base for the production of bioethanol. Vegetable-based fuel or bio-ethanol can reduce environment pollution; due to its CO2 emissions are very low, making it more environmentally friendly. Bio-ethanol can be used as a substitute for fossil fuel. Bio-ethanol with levels of 95-99% can be used as material substitution for gasoline.
Optimalisasi Kinerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK-Migas) Radita Arindya
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.807 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2482

Abstract

Setelah 70 tahun merdeka dan rapuh dalam ketahanan energi, kita perlu menata kembali sektor dan industria Hulu Migas. Disatu sisi kedaulatan pengelolaan sumber daya alam dipermasalahkan kesesuainnya dengan konstistusi, di pihak lain impor minyak dan BBM dibiarkan terus meningkat. Padahal seluruh impor berasal dari sumber yang dikuasai asing. Bentuk Satuan Kerja Hulu Migas menjadi tidak sesuai untuk pengelolaan Migas, karena untuk menjadi Badan Usaha harus mempunyai keuntungan dan keuntungan dari hasil pembagian produksi migas yang menjadi profit SKK Migas tidak cukup menjadikannya sebagai badan usaha. Jika prediksi produksi dan cadangan migas Indonesia yang semakin menurun maka bila tidak ada eksplorasi yang baru, SKK Migas ini akan membukukan keuntungan yang terus menurun sesuai dengan trend produksi. Sementara, seperti halnya Badan usaha yang lain, expense perusahaan akan terus naik dari tahun ke tahunnya. Pengelolaan Migas yang sesuai untuk Indonesia adalah mengembalikan fungsi pengawasan dan Pengelolaan Migas ini kepada Pertamina sehingga akan memaksimalkan keuntungan buat negara dan hasil migas akan dapat dinikmati oleh daerah penghasil migas.
PENERAPAN DOUBLY-FED INDUCTION GENERATOR (DFIG) UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN Arindya, Radita
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.492 KB) | DOI: 10.21831/jee.v1i1.10439

Abstract

Wind energy has become one of the most important and promising sources of renewable energy, which demands additional transmission capacity and better means of maintaining system reliability. The evolution of technology related to wind systems industry leaded to the development of a generation of variable speed wind turbines that present many advantages compared to the fixed speed wind turbines. These wind energy conversion systems are connected to the grid through Voltage Source Converters (VSC) to make variable speed operation possible. The studied system here is a variable speed wind generation system based on Doubly Fed Induction Generator (DFIG). The rotor side converter (RSC) usually provides active and reactive power control of the machine while the grid-side converter (GSC) keeps the voltage of the DC-link constant. The additional freedom of reactive power generation by the GSC is usually not used due to the fact that it is more preferable to do so using the RSC. However, within the available current capacity the GSC can be controlled to participate in reactive power generation in steady state as well as during low voltage periods. The GSC can supply the required reactive current very quickly while the RSC passes the current through the machine resulting in a delay. Both converters can be temporarily overloaded, so the DFIG is able to provide a considerable contribution to grid voltage support during short circuit periods. This report deals with the introduction of DFIG, AC/DC/AC converter control and finally the SIMULINK/MATLAB simulation for isolated Induction generator as well as for grid connected Doubly Fed Induction Generator and corresponding results and waveforms are displayed.