Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Flow At Work dan OCB: Studi Kasus pada Dosen dan Karyawan Pendukung Akademik di Perguruan Tinggi Swasta Sukmarani, Sukmarani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3656

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara flow at work dan OCB pada dosen dan karyawan pendukung akademik. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara flow at work dan OCB pada dosen dan karyawan pendukung akademik. Subjek dalam penelitian ini adalah 78 (44 dosen dan 34 karyawan pendukung akademik) yang bekerja di Universitas X. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dengan menggunakan Skala Work-Related Flow Inventory (WOLF) oleh Bakker (2008) dan OCB oleh Organ (2006) yang diadaptasi dari Liman (2018). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara flow at work dan OCB pada dosen dan karyawan pendukung akademik.
Internal Validation of Organizational Well-Being Measurement Tools in the Context of Higher Education Using Confirmatory Factor Analysis Sukmarani, Sukmarani
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 6 No. 2 (2024): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202406959000

Abstract

Organizational welfare is a topic that is currently being researched and developed due to its impact on individuals and organizations in efforts to improve performance. This study aims to test the psychometric construct of the Organizational Welfare measurement tool in the context of higher education, developed by researchers based on the theory of Prilleltensky & Prilleltensky (2006). The sample consists of 432 participants, comprising lecturers and employees of private universities in Jakarta (50% lecturers and 50% employees). The Organizational Welfare measurement tool consists of 64 items that measure three dimensions: Effective Environment, Reflective Environment, and Affective Environment. Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis with Lisrel 8.8 software, and internal consistency was tested using Cronbach's alpha. The results showed that the three dimensions of the Organizational Welfare measurement tool had a fit model (meeting the model suitability criteria as per Hu & Bentler, 1999) and Cronbach's alpha coefficients ranging from 0.88 to 0.92. In total, 63 items were found to be valid, while 1 item was invalid due to having a t-value of less than 1.96.
Edukasi Literasi Pengelolaan Keuangan dan Gaya Hidup Finansial bagi Pegawai Layanan Kebersihan di Lingkungan UKRIDA Tj, Hery Winoto; Colline, Fredella; Sukmarani, Sukmarani; Aprillita, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.940

Abstract

Pengelolaan keuangan menjadi tantangan bagi individu dengan pendapatan terbatas, termasuk petugas layanan kebersihan, dimana sering menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keterbatasan pemahaman mengenai pengaturan pos pengeluaran dan strategi menabung mendorong munculnya perilaku untuk berhutang sebagai solusi jangka pendek. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih rendahnya pemahaman petugas layanan keberishan dalam mengelola keuangan yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan pengelolaan keuangan petugas layanan kebersihan agar mampu mengelola pendapatan secara bijak dan tepat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan edukasi terkait perencanaan keuangan, pengelolaan pengeluaran, pemilihan investasi sederhana, serta pembentukan gaya hidup yang bijaksana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan mengelola keuangan sederhana, serta memahami untuk memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku mengelola keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, baik bagi peserta maupun lingkungan sekitarnya.