Batubara merupakan salah satu sumber daya yang sangat di perlukan untuk menunjang perindustrian. Perusahaan PT. Pamapersada Nusantara merupakan salah satu kontraktor penambangan yang di berikan tanggung jawab untuk melakukan penambangan dengan target yang telah di sepakati dengan Pemilik Tambang. Ketercapaian target sering terganggu oleh banyak faktor salah satunya adalah kejadian longsor pada tambang. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah potensi ketidaktercapaian batubara dari target 3,986,702ton menjadi sebesar 3,286,702ton defisit sebesar 700,000ton akibat adanya longsor pada sidewall timur pit mengakibatkan penambahan volume lumpur dengan total 1.260.000 bcm. Untuk menangulangi hal tersebut maka dilakukan suatu perencanaan Optimasi Desain pada area dasar pit bagian barat dengan membentuk Sekat untuk menahan lumpur yang mengalir dari longsor sidewall timur pada rencana optimasi desain. Penelitian ini berguna untuk memastikan desain Sekat yang di bentuk stabil. Analisis stabilitas Sekat dilakukan menggunakan data uji laboratorium geoteknik dan uji sondir yang di lakukan pada lokasi setelah sekat dibentuk untuk memastikan nilai keamanannya. Hasil analisis didapatkan pada rencana desain Sekat berdasarkan metode gle/morgenstren-price dengan angka keamanan 1.654 untuk kondisi muka air tidak jenuh. Sedangkan untuk kondisi muka air tanah jenuh didapatkan nilai keamanan 1.336. Kategori kestabilan PT. Pamapersada Nusantara menggunakan nilai ambang batas keamanan sesuai dengan ketetapan pemilik tambang yaitu untuk material timbunan nilai keamanan diatas 1.5 (Stabil), 1.38-1.49 (Riskan), 1.3 1.37 (Kritis) dan kurang dari 1.3 (Tidak Aman). Kemudian validasi dari hasil uji sondir Sekat setelah terbentuk memiliki nilai keamanan 6.454 (Stabil). Berdasarkan hasil Analisa tersebut maka desain dapat dikerjakan dengan aman sehingga ketercapaian batubara mencapai 3,837,102ton dan hanya mengalami defisit sebesar 149,600 ton.