Halim, Arika Fajar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN REGISTRASI KLINIK Halim, Arika Fajar
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.789

Abstract

Latar Belakang: Registrasi klinik wajib dilakukan oleh klinik yang telah memiliki izin operasional, dimana bertujuan mendapatkan data klinik sebagai dasar untuk penentuan kebijakan selanjutnya baik oleh Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan sesuai kewenangannya. Berdasarkan 232 jumlah total klinik yang memiliki izin operasional di Kota Palembang, baru 139 klinik atau sekitar 60% yang sudah melakukan registrasi dan mendapatkan kode registrasi dari Kementerian Kesehatan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan registrasi klinik di kota Palembang tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat komparatif dengan metode pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari awal bulan Maret sampai bulan Juli tahun 2021. Pengambilan data dilakukan dari tanggal 1 Januari-31 Mei 2021. Jumlah sampel yaitu 70 klinik dengan teknik pengambilan accidental sampling dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Uji analisis data yang digunakan uji chi square. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis pelayanan, jenis klinik, ketersediaan sumber daya manusia, ketersediaan ruangan, ketersediaan alat kesehatan, ketersediaan prasarana, dan pengetahuan sumber daya manusia dengan registrasi klinik di kota Palembang dengan nilai p > α = 0,05.  Saran: Dilakukannya sosialisasi dari Dinas Kesehatan yang diikuti oleh seluruh klinik yang belum melakukan registrasi dan langsung praktek di tempat melalui aplikasi registrasifasyankes.kemkes.go.id. Kata Kunci: Klinik, Registrasi Klinik, Kementerian Kesehatan