Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kandang dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Baharuddin Baharuddin; Dian Kurnia Ningsih; Made Sunantra; Zainal Arifin; Siti Zainab
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 18, No 1 (2022): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v18i1.1888

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman sayuran daun yang dimanfaatkan oleh konsumen dalam keadaan segar. Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk permintaan pasar sayur selada semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada terhadap pemberian beberapa dosis pupuk kandang dan aplikasi beberapa frekuensi pupuk cair. Percobaan ini bertempat di Lahan SMKN 1 KURIPAN, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Pada Bulan September hingga Desember 2019. Rancangan yang digunakan yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan dua faktor, dosis pupuk kandang sebagai faktor pertama yang terdiri dari tiga aras yaitu  D1 (10 ton/ha), D2 (15 ton/ha), dan D3 (20 ton/ha), faktor kedua yaitu frekuensi pupuk cair dengan 4 aras yaitu F0 (kontrol/tanpa aplikasi), F1 (satu kali aplikasi), F2 (dua kali aplikasi) dan F3 (tiga kali aplikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dosis pupuk kandang berbeda nyata terhadap indeks luas daun, berat berangkasan segar, dan berangkasan kering dengan hasil tertinggi didapatkan pada dosis D3 dengan nilai sebesar pada luas indeks daun 69,65 cm2, berangkasan basah 91,61 gram dan berangkasan kering 5,83 gram. Faktor frekuensi pupuk cair berbeda nyata terhadap berat berangkasan basah dengan nilai tertinggi didapatkan pada perlakuan F3 dengan nilai sebesar 82,18 gram. Selain itu terdapat interaksi antara faktor dosis pupuk kandang dengan frekuensi pupuk cair terhadap parameter jumlah daun, berat berangkasan segar dan berat berangkasan kering, hasil tertinggi didapatkan dari kombinasi D3F3.Kata kunci: pupuk kandang, pupuk organik cair, selada
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) FERMENTASI Trichoderma spp. TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (Lactuca sativa L.) Wawan Apzani; H. Agung W. Wardhana; Baharuddin; Zainal Arifin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan selada yang diberi perlakuan pupuk organik cair eceng gondok hasil fermentasi Trichoderma spp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan percobaan di Green House. Penelitian ini dirancang menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan percobaan faktor tunggal yaitu pupuk organik cair eceng gondok fermentasi Trichoderma spp., yang terdiri dari 5 aras dan 5 kali ulangan. Data dianalisis dengan uji analisis ragam (ANOVA) dan apabila terdapat beda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian pupuk organik cair eceng gondok hasil fermentasi Trichoderma spp. dosis 16 ml/liter memberikan pengaruh yang signifikan serta hasil tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman selada (Lactuca sativa L.).
Pengaruh Tumpang Sari Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Galur Padi Beras Hitam (Oryza sativa L. Indica) Sistem Irigasi Aerobik Baharuddin, Baharuddin; Zainab, Siti; Wardana, Agung Widya; Apzani, Wawan; Arifin, Zainal
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4249

Abstract

Beras hitam termasuk jenis beras yang popular dikalangan masyarakat dan dikonsumsi sebagai bahan pangan fungsional karena memiliki manfaat untuk kesehatan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyisipan kacang tunggak dan penggunaan beberapa galur padi beras hitam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi beras hitam. Percobaan ini dilakukan pada bulan September - Desember 2022, yang bertempat di Desa Beleke Kecamatana Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu Tumpangsari (T) dan Galur Padi Beras Hitam (V).  Faktor tumpangsari (T) terdiri dari dua aras perlakuan yaitu T0 (Monocrop) dan T1 (Tumpangsari). Dan untuk faktor galur padi beras hitam (V) terdiri dari tiga aras perlakuan yaitu V1 (G3), V2 (G5) dan V3 (G7). Kombinasi dari kedua faktor menjadi 6 kombpinasi perlakuan yaitu T0V1, T0V2, T0V3, T1V1, T1V2 dan T1V3. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga secara didapatkan 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penysipan kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman ditunjukkan oleh perlakuan T1 dengan nilai 89,80 sedangkan perlakuan T0 mendapatkan nilai sebesar 86,90.  Pada parameter Jumlah anakan nilai tertinggi didapatkan pada perlakuan T1 yakni sebesar 33,95 sedangkan perlakuan T0 sebesar 26,69. Perlakuan galur menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, namun dari ketiga galur yang digunakan, galur (G7) menunjukkan rata-rata hasil yang lebih tinggi daripada galur G3 dan G5. tanaman padi beras hitam yang disisipkan dengan kacang tunggak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi beras hitam. Dan dari tiga galur yang digunakan yang menunjukkan hasil yang paling tinggi yaitu galur G7.Kata kunci: padi beras hitam, kacang tunggak, galur
UJI DOSIS TRICOKOMPOS (HASIL FERMENTASI TRICHODERMA SPP.) DALAM MEMACU PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) PADA SISTEM TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) WAWAN APZANI; BAHARUDDIN BAHARUDDIN; ZAINAL ARIFIN; MIRFATUL HIDAYAH; ISHAK SUNANDI
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.767

Abstract

This research aims to determine the effect of various Tricokompos doses, the effect of varieties and the interaction between these two factors on rice plants. This research used an experimental method with field trials carried out in Hamparan Papak, RT 01/RW 02, Bale Montong 1 Hamlet, Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency, NTB Province from January to March 2024. The design used was a Randomized Group Design (RAK) with factorial experiment. The first factor is Tricokompos dosage with 4 levels, namely T0 (without Tricokompos), T1(5 tons/ha), T2(10 tons/ha), T3(15 tons/ha)). The second factor is using varieties with 3 levels, namely V1 (Inpari 32), V2 (Ciliwung) and V3 (Cakra Buana). The results of data analysis showed that the Tricokompos treatment factor had a significant effect on plant height parameters in all observations. The leaf number parameters observed from week 1 to week 12 had a significant effect on the Tricocompost and variety factors. Furthermore, the wet weight and dry weight parameters show a real influence. However, on the green pigment diameter of the leaves and the number of tillers there was no real influence on either the Tricocompost or Variety factors. It is also known that the number of tillers has significant results on the variety factor alone. Apart from that, the results of data analysis also showed that there was no interaction between the Tricokompos and Variety factors. The research results showed that Tricocompost resulting from fermentation of Trichoderma spp. with a dose of 15 tons/ha it can stimulate rice growth, the use of Tricokompos 10 tons/ha is the most efficient dose, and it is also known that the Inpari 32 variety shows better growth and yield compared to other varieties.