Faridatuz Zakiyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan kinerja keuangan Sukuk îjarâh dan obligasi konvensional yang listing di bursa efek indonesia Faridatuz Zakiyah
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan sukuk yang semakin meningkat haruslah dilihat sebagai perkembangan instrumen Ekonomi Islam bagian dari penerapan perspektif Islam dalam bidang Ekonomi. Sukuk merupakan obligasi yang berbasis Sharî‘ah Islam, atau obligasi Syariah, dan tentunya sangat berbeda dengan obligasi konvensional. Perbedaan itu cukup banyak, diantaranya dari segi kinerja keuangannya. Sukuk dan obligasi konvensional merupakan salah satu penyertaan yang di perdagangkan di pasar sekunder (Bursa Efek Indonesia). Namun adakalanya banyak yang masih bingung dengan perbedaan antara sukuk dan obligasi konvensional, umumnya menganggap bahwa keduanya sama. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan antara teori investasi sukuk dan obligasi konvensional yang menyatakan bahwa high risk high return.[1] Teori tersebut menyatakan bahwa obligasi memiliki keuntungan yang tinggi tetapi risikonya pun juga tinggi, sedangkan sukuk merupakan instrumen investasi yang memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah. Penelitian ini akan membandingkan kinerja keuangan sukuk îjarâh dan obligasi konvensional periode tahun 2009-2013. Kinerja keuangan masing-masing dilihat dari Nominal Yield, Yield to Maturity, Current Yield dan Realized Yield. Data akan dianalisis dengan analisis statistik independent sample t-test menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 20.00 for windows. Hasil penelitian akhir, diharapkan dapat membandingkan lebih baik mana antara kinerja keuangan sukuk îjarâh dengan obligasi konvensional. Sehingga, hasil penelitian ini nanti dapat bermanfaat dalam memberikan warning atau referensi kepada perusahaan yang kinerjanya lebih buruk, untuk melakukan keputusan dan penanggulangan serta evaluasi yang benar. Begitu juga untuk perusahaan yang kinerjanya baik, harus tetap mempertahankan dan menaikkan rating-nya agar lebih baik lagi. [1] Affandi Wahdy, Perbandingan Resiko Dimbal Hasil Sukuk dan Obligasi Konvensional di Pasar Sekunder: Studi Kasus di Bursa Efek Surabaya 2004-2006, Tesis S2. Universitas Indonesia