Tirtoputri, Dheannaz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandemi COVID-19 dan Peningkatan Kasus Kekerasan Gender di India Tirtoputri, Dheannaz
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.13 KB)

Abstract

Di India, Covid-19 telah meningkatkan jumlah kekerasan berbasis gender pada perempuan. Minimnya partisipasi ekonomi perempuan akibat norma dan keyakinan struktural patriarki kemudian melanggengkan dan membenarkan kekerasan terhadap perempuan. Untuk mencegah penularan penyakit, tindakan penguncian telah diambil. Selama Work From Home, tanggung jawab mengurus rumah tangga lebih banyak dibebani perempuan, sehingga berpotensi kehilangan akses terhadap pekerjaan, sehingga kurang mandiri secara finansial. Tugas dan peran yang terstruktur, ditambah keterbatasan ekonomi, kemudian memperparah subordinasi perempuan. Tulisan ini mengkaji bagaimana pekerjaan perawatan tak berbayar yang membatasi kekuatan ekonomi perempuan telah membuat hierarki vertikal dalam rumah tangga, yang didukung oleh norma dan keyakinan patriarki, membenarkan kekerasan terhadap perempuan di India. Perspektif Care Focused Feminism dan konsep ketidaksetaraan gender digunakan dalam makalah ini.
Pandemi COVID-19 dan Peningkatan Kasus Kekerasan Gender di India Tirtoputri, Dheannaz
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3228

Abstract

Di India, Covid-19 telah meningkatkan jumlah kekerasan berbasis gender pada perempuan. Minimnya partisipasi ekonomi perempuan akibat norma dan keyakinan struktural patriarki kemudian melanggengkan dan membenarkan kekerasan terhadap perempuan. Untuk mencegah penularan penyakit, tindakan penguncian telah diambil. Selama Work From Home, tanggung jawab mengurus rumah tangga lebih banyak dibebani perempuan, sehingga berpotensi kehilangan akses terhadap pekerjaan, sehingga kurang mandiri secara finansial. Tugas dan peran yang terstruktur, ditambah keterbatasan ekonomi, kemudian memperparah subordinasi perempuan. Tulisan ini mengkaji bagaimana pekerjaan perawatan tak berbayar yang membatasi kekuatan ekonomi perempuan telah membuat hierarki vertikal dalam rumah tangga, yang didukung oleh norma dan keyakinan patriarki, membenarkan kekerasan terhadap perempuan di India. Perspektif Care Focused Feminism dan konsep ketidaksetaraan gender digunakan dalam makalah ini.