Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Komunikasi saat ini sangat mudah dengan menggunakan perangkat khususnya Smartphone. Saat ini pengguna gadget terbanyak di Indonesia adalah remaja menurut KemKomInfo. Remaja menjadi ketergantungan gadget, terlihat dari ciri-ciri yang ditunjukkan, yaitu: merasa cemas ketika perangkatnya kehabisan baterai, terlalu fokus pada perangkat bahkan bersama keluarga dan teman, sering melalaikan tanggung jawab, dan menghabiskan waktu minimal 11 jam. menggunakan telepon pintar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi antara orang tua dengan remaja pecandu gadget di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan teori Mary Anne Fitzpatrick yang mengungkapkan bahwa pola komunikasi keluarga bergantung pada dua jenis orientasi penting, yaitu: orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 informan yang terdiri dari 5 orang remaja pecandu gadget dan 5 orang tua remaja pecandu gadget. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Dua keluarga remaja pecandu gadget di Kota Manado memiliki pola komunikasi konsensual dimana intensitas percakapan tinggi dan rasa kepatuhan tinggi. (2) Dua keluarga remaja pecandu gadget di Kota Manado memiliki pola komunikasi protektif dimana intensitas percakapan rendah dan rasa kepatuhan tinggi. (3) Salah satu keluarga pecandu gadget di Kota Manado memiliki pola komunikasi yang toleran (laissez-faire) dimana intensitas percakapan rendah dan rasa kepatuhan rendah..