Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, yang memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak yang berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya adalah banyaknya jumlah UMKM. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan penggerak perekonomian yang mampu menunjukkan keeksistensinya dengan tetap bertahan dalam menghadapi perubahan dunia sejak krisis moneter yang terjadi pada Indonesia pada tahun 1998 dan dilanjutkan dengan krisis global pada tahun 2007 – 2008. Meskipun UMKM memiliki peran yang penting dalam perekonomian, terdapat penghambat keberlanjutan usahanya sehingga seharusnya menjadi perhatian bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan keberlanjutannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan pengaruh dari sistem pengendalian internal, sumber daya keuangan, dan cost leadership strategy terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik nonprobability sampling dalam pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 128 responden dari pelaku UMKM di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data primer. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service) versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Batam, sumber daya keuangan berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Batam, dan cost leadership strategy berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Batam.