Atika Budhi Utami
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF PENGGALANGAN DANA KITABISA Holy Heryanto; Atika Budhi Utami
Konvergensi Vol 3 No 1 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v3i1.608

Abstract

Pertumbuhan Internet yang begitu pesat telah melahirkan berbagai platform yang beragam dan tersebar masif. Salah satu bentuknya adalah penggalangan dana. Penggalangan dana secara luring telah ada dalam berbagai acara seperti konser, pemutaran film atau melalui pertunjukan pentas seni. Penggalangan dana adalah suatu proses pengumpulan kontribusi sukarela dalam bentuk uang atau sumber daya lain dengan meminta sumbangan dari individu, perusahaan, yayasan, atau lembaga pemerintah. Kitabisa adalah salah satu platform penggalangan dana daring di Indonesia. Penggalangan dana secara daring sangat marak tetapi beberapa khalayak enggan berpartisipasi karena resiko penipuan dan tindak kejahatan siber lain. Untuk itu diperlukan adanya pendekatan komunikasi persuasif antara komunikator dan calon donatur untuk mendorong partisipasi khalayak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif penggalangan dana Kitabisa. Teori yang digunakan adalah komunikasi persuasif yang ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metodologi penelitian menggunakan metodologi kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah divisi Campaign Strategist dan Officer Kitabisa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kitabisa menggunakan komunikasi persuasif secara kognitif melalui informasi yang disebarkan di berbagai media sosial. Dilihat dari aspek afektif, hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kitabisa memanfaatkan storycollecting serta peran pemengaruh media sosial. Dari aspek konatif, Kitabisa memberi kemudahan bagi para penderma untuk melakukan donasi melalui berbagai sistem pembayaran online. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, penggalangan dana, Kitabisa
CADAR ONLINE Atika Budhi Utami
Konvergensi Vol 2 No 2 (2021): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.251 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian akan membahas tentang fenomena menjamurnya komunitas cadar di media online di kalangan perempuan muda Muslim di Indonesia. Eksistensi mereka di media sosial Facebook atau Instagram semakin tinggi. Akun-akun media sosial kelompok bercadar pun semakin marak dan mempunyai banyak followers. Lini masa yang tampil pada akun media sosial niqabsquadindonesia beragam mulai dari seminar, pengajian, kegiatan sosial, sampai mode islami. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah akun media sosial Niqab Squad. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan sisi positif dan negatif komunitas perempuan bercadar di media sosial. Sisi positif menunjukkan bahwa komunitas cadar online membuka peluang bagi individu bercadar untuk memilih hubungan sosial yang mereka inginkan tanpa kendala waktu, ruang, dan jarak.Sisi negatif menunjukkan bahwa komunitas ini tidak melakukan banyak interaksi dengan para pengikutnya dan tidak memaksimalkan penggunaan media sosial.Kata kunci: Cadar, komunitas, online, media sosial.
KEMISKINAN DALAM TAYANGAN TV INDONESIA Atika Budhi Utami; Aviska Ahmad Assagaf
Konvergensi Vol 2 No 1 (2020): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Media televisi merupakan media yang paling banyak ditonton oleh masyarakat. Tidak hanya terkait teknologi, televisi telah memikat orang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Beragam acara televisi pun telah banyak diciptakan baik oleh rumah produksi maupun oleh pekerja media stasiun televisi sendiri. Di antara program acara tersebut, reality show merupakan program acara yang banyak mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat. Reality show pun mempunyai beraneka genre yang mengangkat tema tertentu. Salah satu tema yang banyak dijumpai adalah reality show yang menampilkan sisi gelap kehidupan manusia yaitu kemiskinan. Kemiskinan pada acara reality show televisi telah banyak dimanipulasi untuk kepentingan bisnis atau disebut komodifikasi kemiskinan. Komodifikasi (seringkali disalahartikan sebagai komersialisasi) merendahkan nilai otentiknya menjadi terlalu sederhana serta komoditas (Storey: 2015). Tulisan ini merupakan kajian literatur tentang komodifikasi kemiskinan yang bertujuan untuk menggambarkan komodifikasi kemiskinan di acara-acara reality show televisi Indonesia.Kata Kunci: komodifikasi, kemiskinan, reality show
PERSEPSI TENTANG PERSELINGKUHAN PADA PENONTON FILM SERI LAYANGAN PUTUS Atika Budhi Utami; Rahelia Dita Kirana
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v3i2.705

Abstract

Film merupakan bagian dari penerapan komunikasi persuasif yang dapat mempengaruhi opini publik terhadap isu tertentu. Film layangan putus adalah salah satu film yang mengangkat kisah tentang perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga. Film ini viral ditengah-tengah banyaknya isu orang ketiga dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian terkait persepsi khalayak tentang film tersebut. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Faktor tersebut yakni faktor personal dan faktor struktural. Faktor personal terdiri dari faktor kebutuhan, faktor suasana emosional, faktor mental, faktor latar belakang budaya, dan faktor kerangka rujukan. Faktor struktural terdiri dari faktor persamaan, faktor kedekatan, dan faktor kelengkapan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Metode ini digunakan karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak terhadap suatu film. Oleh karena itu, metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dipilih untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak tentang perselingkuhan yang terdapat di dalam film Layangan Putus. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ini memperoleh hasil sebagai berikut: Kedua informan yang ada di dalam penelitian ini memiliki persepsi atau pandangan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor personal dan faktor struktural yang mempengaruhi keduanya. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi informan begitu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang sangat berbeda, dan adapula faktor yang mempengaruhi informan tidak terlalu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang hanya sedikit berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor personal dan faktor struktural memiliki pengaruh terhadap perbedaan persepsi oleh kedua informan. Adapun faktor personal yang sangat mempengaruhi perbedaan persepsi adalah faktor kerangka rujukan atau frame of reference, sedangkan dari faktor struktural yang paling berpengaruh adalah prinsip kesamaan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa faktor personal dan faktor struktural mempengaruhi terbentuknya persepsi pada diri seseorang.