Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan Model Manajemen (Tata Kelola) Data Menggunakan Domain APO14 COBIT 2019 Prasetya, Rendra; Alva Hendi Muhammad; Asro Nasiri
Jurnal Informatika Polinema Vol. 10 No. 3 (2024): Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : UPT P2M State Polytechnic of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jip.v10i3.5135

Abstract

Manajemen data memainkan peran krusial dalam operasional organisasi, pentingnya manajemen (tata kelola) data yang tepat untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan yang cermat. COBIT 2019, terutama melalui domain APO14, memberikan kerangka kerja penting bagi organisasi dalam mengoptimalkan manajemen data mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan COBIT 2019 dalam meningkatkan tata kelola di organisasi, dengan fokus pada Fakultas Syariah di IAIN Ponorogo sebagai studi kasus. Manajemen data yang baik tidak hanya mempengaruhi operasional internal organisasi tetapi juga dampaknya pada keputusan strategis, inovasi, dan daya saing di pasar. Pentingnya tata kelola data yang tepat tercermin dalam praktik seperti perencanaan, pengorganisasian, penyimpanan, dan pemanfaatan data secara cermat. Namun, masih ada tantangan dalam mengintegrasikan secara holistik di berbagai unit dalam organisasi, seperti yang terjadi di Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Dengan pencapaian nilai capability level tata kelola data sebesar 3,14 menurut domain APO14 COBIT 2019, Fakultas Syariah telah mencapai tingkat memadai dalam pengelolaan data. Meski demikian, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan aspek-aspek tertentu dalam subdomain seperti APO14.02, APO14.03, APO14.04, APO14.06, APO14.07, APO14.08, APO14.09, dan APO14.10. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan COBIT 2019, khususnya domain APO14 dalam konteks manajemen data, dan memberikan pandangan yang jelas serta rekomendasi praktis dalam meningkatkan tata kelola data organisasi.
PERANCANGAN TATA KELOLA DATA MENGGUNAKAN COBIT 2019 UNTUK PENINGKATAN KETERSEDIAAN DAN KEHANDALAN DATA AKADEMIK Amrullah; Alva Hendi Muhamad; Asro Nasiri
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 8 No. 1 (2025): MISI Januari 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/misi.v8i1.1407

Abstract

Di era digital, institusi pendidikan tinggi menghadapi tantangan dalam pengelolaan data akademik, terutama dalam memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kerangka tata kelola data akademik di STMIK Lombok dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Metodologi yang digunakan meliputi identifikasi kesenjangan tata kelola, analisis kebutuhan institusional, dan implementasi solusi berbasis lima domain utama COBIT 2019: APO07, BAI03, DSS01, DSS05, dan EDM01. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam integrasi data, aksesibilitas real-time, dan keamanan. Implementasi sistem berbasis cloud meningkatkan efisiensi operasional, sementara protokol keamanan seperti enkripsi data dan backup otomatis mengurangi risiko kebocoran data. Kerangka tata kelola yang dirancang mampu menciptakan prosedur yang terstandar dan menyelaraskan operasional TI dengan tujuan strategis institusi, dengan tingkat kematangan pada kategori “Largely Achieved” untuk semua domain yang dievaluasi. Penelitian ini membuktikan aplikasi praktis COBIT 2019 dalam mengatasi tantangan pengelolaan data akademik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi literatur tata kelola TI dengan menyediakan model yang dapat direplikasi di institusi lain. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan COBIT 2019 serta integrasi teknologi canggih untuk meningkatkan efektivitas tata kelola. Penelitian ini menegaskan peran penting tata kelola TI yang terstruktur dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan institusi pendidikan tinggi.
Efektivitas Pelatihan Awal Berbasis Domain Spesifik Legal-BERT Untuk Natural Language Processing Hukum: Replikasi Dan Perluasan Studi Casehold Zakiri, Hasani; Alva Hendi Muhammad; Asro Nasiri
Journal of Informatics, Electrical and Electronics Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jieee.v5i1.2610

Abstract

Abstract?The emergence of domain-specific language models has demonstrated significant potential across various specialized fields. However, their effectiveness in legal natural language processing (NLP) remains underexplored, particularly given the unique challenges posed by legal text complexity and specialized terminology. Legal NLP has practical applications such as automated legal precedent search and court decision analysis that can accelerate legal research from weeks to hours. This study evaluates the CaseHOLD dataset to provide comprehensive empirical validation of domain-specific pretraining benefits for legal NLP tasks with focus on data efficiency and context complexity analysis. We conducted systematic experiments using the CaseHOLD dataset containing 53,000 legal multiple-choice questions. We compared four models: BiLSTM, BERT-base, Legal-BERT, and RoBERTa across varying data volumes (1%, 10%, 50%, 100%) and context complexity levels. Paired t-tests with 10-fold cross-validation and Bonferroni correction ensure robust methodology that guarantees finding reliability. Legal-BERT achieved the highest macro-F1 score of 69.5% (95% CI: [68.0, 71.0]), demonstrating a statistically significant improvement of 7.2 percentage points over BERT-base (62.3%, p < 0.001, Cohen's d= 1.23). RoBERTa showed competitive performance at 68.9%, nearly matching Legal-BERT. The most substantial improvements occurred under limited data conditions with 16.6% improvement at 1% training data. Context complexity analysis revealed an inverted-U pattern with optimal performance on 41-60 word texts. The introduced Domain Specificity Score (DS-score) showed strong positive correlation (r = 0.73, p < 0.001) with pretraining effectiveness, explaining 53.3% of performance improvement variance. These findings provide empirical evidence that domain-specific pretraining offers significant advantages for legal NLP tasks, particularly under data-constrained conditions and moderate-high context complexity. The key distinction of this research is the development of a predictive DS-score framework enabling benefit estimation before implementation, unlike previous studies that only evaluated post-hoc performance. The results have practical implications for developing legal NLP systems in resource-limited environments and provide optimal implementation guidance for Legal-BERT.
Perbandingan Codec AVC Dan HEVC Menggunakan Penilaian Subjektif Standar ITU-T P.900 Annisa Gatri Zakinah; Arief Setyanto; Asro Nasiri
Indonesian Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 8 No. 2 (2023): August, 2023
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2023.8.2.719

Abstract

Berdasarkan Bitmovin Video Developer Report 2021, pengguna video streaming di Indonesia sebanyak 98,5% dari total populasi 181,9 juta masyarakat Indonesia pada rentang usia 16-64 tahun. Hal ini semakin meningkat karena adanya pandemi Covid-19. Kebutuhan penikmat video akan kualitas video yang baik tanpa adanya degradasi gambar namun dengan ukuran file yang ringan membutuhkan adanya teknologi encoding decoding yang tepat. Dalam video, dikenal teknik pengkodean AVC dan generasi terbarunya adalah HEVC. Walaupun berbagai penelitian membuktikan bahwa teknologi HEVC lebih baik daripada AVC, namun tingkat adopsinya masih cukup rendah. Hal inilah yang mendasari penelitian ini dilakukan menggunakan penilaian subjektif (standar ITU-T P.910 dan ITU-T P.913). Penelitian ini melibatkan 19 responden yang memberikan penilaian dari 9 sampel video yang disediakan dengan format bitrate dan framerate yang berbeda. Hasilnya, kualitas vdeo HEVC sedikit lebih tinggi dibanding AVC kualitas video AVC karena terdapat perbedaan skor yang tipis antara keduanya. Namun demikian, waktu kompresi yang dibutuhkan HEVC lebih lama 21 menit 53 detik dibanding codec video AVC, sehingga hal ini dapat menjadi salah satu faktor tingkat adopsi HEVC masih rendah jika dibandingkan dengan AVC.
Efektifitas Penerapan Wibsite (Online) Pmb Dengan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamiyah Karya Pembangunan Paron Setiajid, Bayu; Alva Hendi Muhammad; Asro Nasiri
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 14 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v14i1.4473

Abstract

Pemanfaatan website pada perguruan tinggi merupakan salah satu cara penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang dapat dilakukan secara online. Website online PMB  memungkinkan calon mahasiswa  mengakses berbagai informasi terkait  penerimaan mahasiswa baru di sekolah tinggi dan menyelesaikan proses pendaftaran  online dari lokasi manapun, selama terhubung dengan  internet, sehingga calon mahasiswa tidak harus berkunjung ke kampus untuk melakukan pendaftaran. Dengan melakukan evaluasi implementasi sistem informasi akademik yang terintegrasi menggunakan metode TAM. Metode TAM yang dijelaskan oleh Davis (1989) medefinisikan suatu metode yang memudahkan kita untuk mengakses dan mengetahui bagaimana  pengguna atau user menerima pemakaian dalam sistem informasi. Dalam metode TAM terdiri dari lima variabel yang bisa digunakan untuk mengetahui dan beberapa indicator yang menjadi faktor-faktor interaksi dengan penerimaan sistem informasi, yaitu: Perceived kegunaan, sudut pandang kemudahan penggunaan, perilaku pada penggunaan (attitude way of use), niat perilaku untuk menggunakan dan penggunaan secara aktual.