Nufus, Zakiyatun
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Teknologi Digital Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Pada Mata Pelajaran PAI (Studi Kasus: SMP Eka Sakti Kota Semarang dan SMP Al Madina Kota Semarang) Itsnaya Rifani, Aghniya; Wulan Handayani, Retno Irma; Nufus, Zakiyatun
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1278

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak teknologi digital terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Eka Sakti dan SMP Al Madina di Kota Semarang. Latar belakang penelitian ini berakar dari perkembangan pesat teknologi yang telah mengubah cara belajar mengajar, sehingga penting untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam konteks pendidikan agama. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami manfaat dan tantangan yang dihadapi dalam integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI, terutama di kalangan siswa yang semakin akrab dengan perangkat digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang didukung oleh analisis data dari studi kasus di kedua sekolah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan dokumen pendidikan, untuk membangun kerangka teoritis yang solid. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola dan temuan yang muncul dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital telah meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar, menjadikan pembelajaran lebih interaktif, dan mengembangkan keterampilan digital mereka. Namun, tantangan seperti kecenderungan siswa untuk menggunakan perangkat digital untuk hal-hal yang tidak relevan juga diidentifikasi. Pembahasan penelitian menekankan pentingnya pengawasan dari guru dan orang tua dalam penggunaan teknologi, serta perlunya strategi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam pembelajaran agama. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pendidik dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan pendidikan yang relevan dan kontekstual, serta mendorong penggunaan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital. This research examines the impact of digital technology on Islamic Religious Education (PAI) learning at Eka Sakti Junior High School and Al Madina Junior High School in Semarang City. The background of this research stems from the rapid development of technology that has changed the way teaching and learning takes place, making it important to explore how technology can be utilised in the context of religious education. The urgency of this research lies in the need to understand the benefits and challenges faced in the integration of digital technology in religious education learning, especially among students who are increasingly familiar with digital devices. The research method used is library research supported by data analysis from case studies in both schools. Data collection was conducted through a review of relevant literature, including journals, books, and educational documents, to build a solid theoretical framework. Data analysis was conducted by identifying patterns and findings that emerged from the use of technology in PAI learning. The results show that digital technology has improved students' access to learning resources, made learning more interactive, and developed their digital skills. However, challenges such as students' tendency to use digital devices for irrelevant things were also identified. The research discussion emphasises the importance of supervision from teachers and parents in the use of technology, as well as the need for appropriate strategies to maximise the benefits of technology in religious learning. Thus, this study provides valuable insights for educators and stakeholders in designing relevant and contextualised educational policies, as well as encouraging the wise use of technology to improve the quality of religious education learning in the digital era.
Edukasi Strategi Pengelolaan Manajemen Keuangan dimasa Pandemi Covid-19 untuk Meningkatkan Kualitas Perekonomian Masyarakat Efendi, Erfan; Anggrayny, Devrynda Bela; Lisdiana, Lisdiana; Nufus, Zakiyatun; Safitri, Sabilla Tian; Putri, Anisa; Anita, Ike; Fitria, Nabila Soviatul; Putri, Mileinia Sukoco; Salsabila, Jihan Rambu
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i1.13460

Abstract

Pelaksanakan kegiatan edukasi strategi pengelolaan manajemen keuangan dimasa pandemi Covid-19 yang bertujuan membantu masyarakat dalam peningkatan kualitas perekonomian di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menentukan dan memutuskan langkah yang tepat yang dapat diambil untuk pengelolaan keuangan agar tetap sehat guna bertahan hidup khususnya pada situasi pandemi saat ini diketahui perekonomian masyarakat menurun saat pandemi covid-19. Pengaruh permasalahan ini seperti banyaknya usaha yang harus gulung tikar, pemotongan gaji karyawan dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Metode kegiatan ini menggunakan metode survei agar mengetahui kebiasaan dan problema masalah pengelolaan keuangan pada Desa Selorejo dengan memaparkan materi secara langsung dan pembahasan tentang perencanaan keuangan di Masa Pandemi Covid-19 untuk peningkatan kualitas ekonomi masyarakat Desa Selorejo. Hasil dari kegiatan tersebut ialah masyarakat Desa Selorejo menjadi paham dan mengerti cara mengelola keuangan secara bijak dengan mengelompokkan kebutuhan dan keinginan. Dari peserta yang mengikuti kegiatan ini, ada 60% yang telah memahami dan mempraktekkan dalam mengelola keuangan pribadinya. Pengelompokan kebutuhan dan keinginan yang dimaksud adalah mengutamakan atau mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan semata.
Optimization of Transnational Governance by the Mekong River Commission in Meeting Clean and Affordable Energy: The 7TH Sustainable Development Goals in the Mekong River Basin Nufus, Zakiyatun
SIYAR Journal Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2025.5.2.286-318

Abstract

This study focuses on the optimization of transnational governance in the Mekong River basin by the Mekong River Commission in an effort to meet clean and affordable energy needs in line with sustainable development goals (SDG 7). The increase in hydropower dam projects in the Mekong River basin has led to conflicts between regional energy needs, cross border social impacts, and environmental degradation risk. Thus, academic concerns have arisen because the MRC does not have the legal authority to bind member countries to follow established sustainability principles or standards, thereby calling into question the effectiveness of cross-border governance. This research utilizes descriptive qualitative approach with document analysis covering strategic reports, scientific journals, and MRC policies such as the Basin Development Strategy 2021-2030 and the Sustainable Hydropower Development Strategy was used. The results of the study prove that the MRC acts as a technocratic broker or intermediary in the policy process that prioritizes analysis, scientific data, and technical expertise in developing efficient and rational decisions. The findings show operational coordination, regional consultation mechanisms, real-time data exchange, and noncoercive technocratic standardization. The findings also reveal the MRC’s structural challenges, including the limitations of nonbinding legality and the imbalance of power between countries. Nevertheless, the MRC has been able to optimize adaptive, knowledge-based, and collaborative transnational governance in the Mekong River basin’s sustainable hydropower management.