Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Management of Placenta Previa with A History of Antepartum Hemorrhage: An Evidence-Based Case Report Ayusti Anumillah, Rusyda; Dohong, Almerveldy Azaria; Bilqis, Nurdiza; Endjun, Judi Januadi
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v10i1.4219

Abstract

Antepartum haemorrhage is an obstetrics emergency with significant perinatal and maternal morbidity and mortality rate. It occurs in 2-5% of pregnancies. As much as 30% of maternal deaths are caused by antepartum haemorrhage. The most common antepartum haemorrhage is placenta praevia. This case report reports a patient with a diagnosis of G4P2A1, 33 weeks gestation, with antepartum haemorrhage due to total placenta praevia, a live single-head presentation fetus. The patient reported that the vaginal bleeding was bright red, painless, moderate amount, and precipitated by intercourse. they noted moderate vaginal bleeding after intercourse. Ultrasound shows the placenta is located at the anterior corpus and expanded to the internal uterine ostium (OUI), maturation grade 1. The patient was hospitalized for observation and medication. The patient received dexamethasone 2 x 6 mg for two days and nifedipine 4 x 10 mg. If ultrasound still indicates total placenta praevia at 38-39 weeks of gestation, elective Sectio Caesarea (SC) will be scheduled. The occurrence of placenta praevia is closely associated with preterm birth and the incidence of postpartum haemorrhage as well as other complications. Therefore, it is crucial to see and anticipate the incidence of placenta praevia as early as possible based on evidence.
Peran Pemeriksaan Ultrasonografi dalam Diagnosa Klinis Flexor Tenosynovitis Piogenik Supartono, Basuki; Dohong, Almerveldy Azaria; Widiyani, Khadijah Ratna; Nadia, Nadia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14961

Abstract

Pyogenic Flexor Tenosynovitis (PFT) adalah infeksi pada selubung tendon fleksor tangan. Diagnosis PFT dapat ditegakkan secara klinis apabila terdapat empat tanda kardinal Kanavel. Namun, jika tidak terdapat empat tanda tersebut, maka dianjurkan pemeriksaan penunjang berupa ultrasonografi tangan. Pada salah satu penelitian didapatkan ultrasonografi (USG) memiliki sensitivitas 94%, spesifisitas 74% dan nilai prediksi negatif 97% dalam menentukan diagnosis PFT. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis peran ultrasonografi berperan dalam membantu penegakkan diagnosa PFT disertai dengan penelitian-penelitian yang mendukung pernyataan tersebut. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk mengkaji kasus Pyogenic Flexor Tenosynovitis (PFT) adalah studi kasus. Penelitian yang secara khusus mendukung peran USG sebagai pemeriksaan penunjang yang tepat untuk PFT masih sangat sedikit, sedangkan penanganan yang cepat dan tepat diperlukan untuk mendapatkan prognosis yang baik. Oleh karena itu perlu dibahas bagaimana USG memiliki peran dalam membantu diagnosa dari PFT. Hasil ditemukan memiliki sensitivitas 94%, spesifisitas 74% dan nilai prediksi negatif 97% dalam menentukan diagnosis PFT, dan pada penelitian juga menunjukkan kisaran sensitifias 94% dalam mendeteksi abnormalitas tendon di tangan serta jari-jarinya, temuan ini membantu ahli bedah menentukan pengobatan yang tepat.