p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dharma Bakti Dinamika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Biogas dari Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Alternatif di Desa Lendang Nangka MARZUANDI, LALU; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/eka1td11

Abstract

Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah pertanian yang belum optimal serta keterbatasan akses terhadap energi konvensional. Kondisi ini berdampak pada pencemaran lingkungan dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil, yang semakin terbatas dan mahal. Oleh karena itu, diperlukan solusi energi alternatif yang berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terhadap efisiensi energi, pengurangan limbah, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Lendang Nangka. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi sosialisasi konsep biogas, pelatihan teknis pembuatan biodigester, serta pendampingan dan evaluasi efektivitas biogas sebagai sumber energi alternatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Lendang Nangka yang memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi biogas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis kuantitatif terhadap efisiensi produksi serta dampak ekonomi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas mampu memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari beberapa rumah tangga, mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan kayu bakar, serta mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Dari aspek ekonomi, penggunaan biogas terbukti menghemat biaya energi rumah tangga dan membuka peluang usaha berbasis residu biodigester sebagai pupuk organik. Secara keseluruhan, pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terbukti sebagai solusi energi alternatif yang berkelanjutan. Ke depan, program ini perlu didukung dengan pengembangan teknologi biodigester yang lebih efisien serta kebijakan subsidi dan insentif dari pemerintah agar implementasi energi terbarukan semakin luas dan berkelanjutan.
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton MARZUANDI, LALU
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/qtv6ss10

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agregat dengan tingkat kebersihan yang berbeda. Agregat yang digunakan dalam pembuatan beton harus bersih dari kontaminan seperti lumpur, tanah liat, dan bahan organik untuk memastikan kekuatan dan durabilitas yang optimal. Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel agregat dari beberapa lokasi penambangan yang berbeda, kemudian menguji kebersihan agregat tersebut menggunakan metode standar ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat yang bersih secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan beton. Pada hari ke-28, beton yang menggunakan agregat bersih menunjukkan kekuatan tekan rata-rata sebesar 35 MPa, dibandingkan dengan hanya 28 MPa untuk beton dengan agregat kotor. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan kontaminan dalam agregat mengurangi efisiensi ikatan antara pasta semen dan agregat, yang berdampak negatif pada kekuatan mekanis beton. Selain itu, beton yang menggunakan agregat bersih juga menunjukkan durabilitas yang lebih baik terhadap siklus pembekuan-pencairan dan serangan kimia. Penyerapan air beton juga dipengaruhi oleh kebersihan agregat. Beton yang menggunakan agregat kotor memiliki tingkat penyerapan air yang lebih tinggi, yaitu 7%, dibandingkan dengan 4% untuk beton yang menggunakan agregat bersih. Penyerapan air yang tinggi meningkatkan porositas beton, yang dapat mempercepat kerusakan struktural akibat penetrasi air dan siklus pembekuan-pencairan. Analisis statistik menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar kontaminan dalam agregat dengan penurunan kekuatan tekan dan peningkatan penyerapan air. Validasi lapangan dilakukan dengan mengaplikasikan hasil penelitian dalam proyek konstruksi nyata. Pengamatan di lapangan mengkonfirmasi bahwa beton dengan agregat bersih memiliki performa yang lebih baik, menunjukkan lebih sedikit retakan dan penurunan selama masa pemantauan. Umpan balik dari kontraktor dan insinyur lapangan juga mendukung temuan laboratorium, menekankan pentingnya kebersihan agregat dalam praktik konstruksi.
Model TCTO Non-linier Berbasis Genetic Algorithm untuk Mitigasi Ketidakpastian Waktu–Biaya pada Proyek Jalan MARZUANDI, LALU
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.rt2jxv18

Abstract

Penelitian ini dikembangkan untuk menginvestigasi model optimasi adaptif Time–Cost Trade-Off (TCTO) yang mengintegrasikan Genetic Algorithm (GA) untuk merepresentasikan non-linearitas dan ketidakpastian hubungan waktu–biaya pada proyek jalan. Metode kuantitatif diterapkan pada enam proyek jalan nyata di Indonesia dengan 1.842 catatan aktivitas; data durasi, biaya, sumber daya, dan variabel eksternal dikumpulkan, diverifikasi, dinormalisasi, dan dianalisis dengan model matematis non-linier serta simulasi GA yang dijalankan menggunakan MATLAB/Python/R. Hasil menunjukkan bahwa model non-linier TCTO–GA memuat kecocokan data yang jauh lebih baik (median R² = 0,89 vs 0,62 untuk model linier), menurunkan error prediksi (MAPE 6,2% vs 13,7%; RMSE 0,081 vs 0,174; paired t-test p < 0,01), serta menghasilkan pengurangan durasi rata-rata 15,4% (±2,1) dengan kenaikan biaya percepatan hanya +2,6% (±0,9), dibandingkan crashing linier (durasi −7,8%; biaya +5,9%). Model mempertahankan stabilitas antar replikasi (SD fitness = 0,9%) dan ketahanan pada skenario gangguan (+20% hari hujan, +15% delay), serta validasi menunjukkan MAPE pasca-optimasi 7,1% (4/6 proyek ±5%) dan penilaian pakar median 4,2. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi TCTO–GA secara simultan menutup celah representasi non-linearitas dan ketidakpastian, sehingga memberikan kontribusi teoretis pada optimasi stokastik dan alat bantu praktis bagi manajer proyek untuk perencanaan yang lebih adaptif dan tahan gangguan. This study was developed to investigate an adaptive Time–Cost Trade-Off (TCTO) optimization model that integrates a Genetic Algorithm (GA) to represent non-linearity and uncertainty in explicit time–cost relationships for road construction projects. A quantitative approach was applied to six real road projects in Indonesia, comprising 1,842 activity records. Duration, cost, resource, and external variability data were collected, verified, normalized, and analyzed via nonlinear mathematical modeling and GA simulations implemented in MATLAB/Python/R. Results showed that the nonlinear TCTO–GA achieved substantially better data fit (median R² = 0.89 vs 0.62 for linear models), reduced predictive error (MAPE 6.2% vs 13.7%; RMSE 0.081 vs 0.174; paired t-test p < 0.01), and produced an average duration reduction of 15.4% (±2.1) with only a +2.6% (±0.9) acceleration cost—relative to crashing linear approaches which yielded −7.8% duration and +5.9% cost. The model demonstrated replication stability (SD fitness = 0.9%), resilience under disturbance scenarios (+20% rainy days, +15% material delay), post-optimization MAPE = 7.1% (4/6 projects within ±5% of realized outcomes), and a median expert usability score of 4.2. The study indicates that TCTO–GA fills the methodological gap by jointly addressing non-linearity and uncertainty, contributing to optimization theory and providing a practical, adaptive decision-support tool for more resilient road project planning.