Pendidikan di Indonesia, khususnya di Aceh, dibedakan dengan adanya pendidikan langsung yang melengkapi sistem pendidikan umum. Di Kecamatan Trienggadeng Pidie Jaya, bentuk pendidikan ganda ini memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan basis pengetahuan anak-anak. Tantangan sering muncul bagi orang tua dalam mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan jasmani secara efektif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki lebih dalam hambatan dan antisipasi orang tua mengenai harmonisasi modalitas pendidikan ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologis, yang dibedakan oleh sifat deskriptifnya. Temuan menunjukkan bahwa warga Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, menunjukkan pemahaman yang beragam tentang pentingnya pendidikan. Meskipun mengakui peran penting pendidikan, baik formal maupun informal, dalam kehidupan, ada antusiasme dan dukungan terbatas untuk pendidikan formal. Sebagian besar, kendala ekonomi muncul sebagai rintangan utama, menyebabkan banyak orang tua memprioritaskan kebutuhan keuangan keluarga mereka daripada kemajuan pendidikan anak-anak mereka. Selain itu, norma dan praktik budaya yang mengakar seputar pendidikan harian lebih jauh mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pendidikan formal. Umumnya, individu di daerah ini cenderung menemukan kepuasan dalam memiliki keterampilan melek huruf dan berhitung dasar sebagai alat mata pencaharian. Namun demikian, dengan berlalunya waktu, semakin banyak individu mulai mengakui pendidikan formal sebagai elemen dasar untuk mengamankan masa depan yang sejahtera.