Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Algoritma One Time menggunakan Algoritma Chiper Transposition Sebagai pengaman Rahasisa Pesan Rail Fence Cipher Dan Route Cipher Untuk Keamanan File Lintang Purnama; Dadang Iskandar Mulyana; Aji; Eka Okta Putri Sulaiman
Jurnal Informatika dan Teknologi Komputer (J-ICOM) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Informatika dan Teknologi Komputer ( JICOM)
Publisher : E-Jurnal Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/j-icom.v3i1.4997

Abstract

Abstrak− Keamanan data merupakan aspek yang sangat penting dalam pengiriman pesan terutama untuk pesan yang bersifat rahasia. Hal tersebut dapat kita ketahui dari aktivitas sehari-hari contohnya penggunaan internet untuk mengirimkan e-mail, sosial media, jual beli secara online, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan suatu kode agar pesan tersebut masih bersifat rahasia, karena rahasia dan keamanan data yang dioperasionalkan pada jaringan publik rentan terhadap serangan oleh apapun. kriptografi adalah “ secretwriting ” (rahasia tulisan). Terdapat definisi kriptografi yg sudah diungkapkan pada aneka macam literatur. Definisi kriptografi yg dipakai pada kitab - kitab yg telah usang yaitu sebelum tahun 1980-an, mengemukakan bahwa kriptografi adalah seni & ilmu yg dipakai buat mengklaim kerahasiaan sebuah pesan menggunakan memakai cara melakukan penyandian pesan tadi ke pada bentuk yg tidak bisa dipahami lagi maknanya sang orang lain. Pada saat ini membuat setiap pengelola & pemilik system informasi wajib & harus memikirkan bagaimana cara supaya bisa melindungi keamanan sistem keterangan yg dimilikinya supaya terhindar berbagai macam resiko yg mampu saja bisa mengakibatkan kerugian. Pada teknik cipher transposisi, huruf-huruf yang ada didalam plaintext dan ciphertext tetap sama, tetapi urutannya diubah. Dengan kata lain, Teknik ini melakukan transpose terhadap rangkaian karakter yang ada didalam suatu teks. Algoritma One Time Pad (OTP) merupakan stream cipher yg melakukan enkripsi & dekripsi satu karakter setiap kali. Algoritma One Time Pad memiliki kriteria panjang teks sama dengan panjang key jika tidak sama maka karakter pesan pada key akan melakukan iterasi pesan dan panjang pesan sama dengan panjang key. .
Breaking the Glass Ceiling for Indonesian Migrant Workers: Legal-Political and Maqasid al-Shariah Analysis of Protection Policies Aji
Al'Adalah Vol. 27 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/aladalah.v27i2.528

Abstract

This research addresses the significance of protecting migrant workers through the lens of legal politics and maqasid al-shariah. Migrant workers, particularly women, face various structural challenges that create a “glass ceiling,” limiting their access to rights and welfare. Addressing gaps in prior research that largely focus on regulatory frameworks, this study highlights the relevance of maqasid al-shariah as a holistic approach to labor migration policies. Through a normative qualitative analysis of Law No. 18 of 2017 on the Protection of Indonesian Migrant Workers and secondary data sources, this study demonstrates that the PPMI Law aligns with maqasid al-shariah by addressing legal, social, and economic protections. These protections correspond to hifzh al-aql (preservation of intellect), hifzh an-nasl (preservation of family), and hifzh al-mal (preservation of wealth). The findings affirm the law’s dual objectives: securing workers' welfare and aligning national policies with Islamic jurisprudence. Theoretically, this research contributes to the integration of maqasid al-shariah and legal-political analysis, offering a nuanced perspective on migrant worker protection. Practically, it informs policy-makers on enhancing labor migration frameworks by aligning them with maqasid al-shariah. Future research should incorporate field data to evaluate the law's implementation and explore its comparative applicability across diverse sociopolitical contexts.