Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Standardisasi Kecantikan Wanita dalam Film “I Feel Pretty (2018)” Ginting, Stefany; Sunarto, Sunarto; Rahmiaji, Lintang Ratri
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film ialah salah satu media massa yang mengantarkan pesan secara langsung ataupun tidak langsung kepada khalayak luas. Standardisasi terhadap tubuh wanita menghadirkan beberapa kelompok yang tidak sesuai dengan standar kecantikan di lingkungan menjadi kelompok yang termajinalkan, padahal kecantikan merupakan rekaan kelompok patriarki dan hal ini menunjukkan bahwa wanita adalah kaum yang didominasi oleh pria. Penelitin ini memiliki tujuan untuk menguraikan representasi standardisasi kecantikan yang ditampilkan dalam film I Feel Pretty 2018. Penelian ini merupakan penelitian dengan menggunakan paradigma kritis, yang mengggunakan teori kebungkaman (Muted Group Theory) dan juga Feminisme Eksistensial. Subjek pada penelitian ini adalah adegan pada film I Feel Pretty (2018) yang menunjukan standarisasi kecantikan wanita dengan observasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data Semiotika dari Roland Barthes yaitu menggunakan Analisis Naratif Struktural (structural analysis of narrative) dengan leksia dan 5 kode pembacaan. Film I Feel Pretty (2018) menguraikan bahwa wanita menghadapi sebuah persoalan mengenai ukuran dan bentuk tubuh secara fisik yang dijadikan sebuah standar kecantikan. Dimana, standar ini sudah ada sejak dahulu kala. Cita-cita untuk menggapai standar kecantikan begitu meresap sehingga tertanam dalam diri banyak wanita, yang dihantui oleh visi ideal tentang tubuh mereka sendiri, fantasi tentang bagaimana penampilan mereka setelah menjalani diet ekstrem, berolahraga atau prosedur kosmetik. Hasil dari penelitian ini juga menghasilkan bahwa film I Feel Pretty (2018) membentuk mitos berupa sebuah penyangkalan terhadap standar kecantikan dengan cara meningkatkan kualitas diri sendiri. Sikap itu menempatkan tanggung jawab pada setiap wanita untuk meningkatkan harga diri mereka alih-alih mengkritik standar kecantikan masyarakat. Tetapi untuk menyangkal standar kecantikan ini wanita masih dihadapkan dengan batasan yang dihadirkan oleh budaya patriarki dan kapitalisme.
IoT Smart Piggy Bank: Inovasi Tabungan Pintar Generasi Z di MTsN 1 Tangerang Selatan Maharani, Alika; Billah, Anisa As Aluka; Maftukah; Miharja, Nuriyah Kiki; Octaviana, Nabila; Yetra, Sania; Ginting, Stefany; Hartini, Via Nabila; Anggraini, Widiana Meti; Widilawati
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 5 (2026): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (INPRESS)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep Internet of Things (IoT) kepada siswa ekstrakurikuler robotik di MTsN 1 Tangerang Selatan melalui inovasi alat IoT Smart Piggy Bank atau tabungan pintar berbasis sensor dan mikrokontroler. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi alat, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman siswa melalui umpan balik kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar IoT, komponen utama perangkat, serta antusiasme dalam mengembangkan proyek teknologi sederhana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah IoT Smart Piggy Bank dapat menjadi media pembelajaran efektif untuk meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa generasi Z dalam bidang teknologi.