Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran edukasi gizi dan pelatihan hidroponik dalam pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala Febrianti, Nuristha; Hardianti, Hardianti; Putri, Puput; Triyani, Ni Nyoman; Rahma, Miftahul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34599

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,5% pada tahun 2023, termasuk di Kabupaten Donggala yang mencapai 32,4%. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi komprehensif berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui edukasi gizi, pelatihan hidroponik, dan inovasi pangan lokal. Metode kegiatan meliputi (1) edukasi pentingnya ASI eksklusif dan peran Posyandu dengan evaluasi pre–post test, (2) pelatihan pembuatan kebun hidroponik, serta (3) demo pembuatan camilan sehat puding kelor. Hasil menunjukkan 13 responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah edukasi sebesar 78,6% dengan kategori baik, pelatihan hidroponik berhasil menghasilkan tanaman siap panen dalam 3 bulan pada 13 peserta, serta produk puding kelor diterima positif oleh 14 panelis dengan penilaian rasa sangat baik (61,5%), tekstur baik (53,8%), warna sangat baik (53,8%), dan aroma sangat baik (61,5%). Kesimpulannya, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan masyarakat, diversifikasi pangan rumah tangga, serta upaya pencegahan stunting. Dukungan berkelanjutan dari masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. Kata kunci: edukasi gizi; hidroponik; puding kelor; stunting Abstract Stunting remains a serious health problem in Indonesia, with a prevalence of 21.5% in 2023, including in Donggala Regency, which reached 32.4%. This situation highlights the need for comprehensive community-based interventions to improve maternal and child health. This community service activity aims to empower the community through nutrition education, hydroponic training, and local food innovations. The activity methods include (1) education on the importance of exclusive breastfeeding and the role of Posyandu with pre–post test evaluations, (2) training in hydroponic gardening, and (3) training in making healthy snacks in the form of moringa pudding with organoleptic acceptance tests. The results showed that 13 respondents experienced an increase in knowledge after education of 78.6% with a good category, hydroponic training successfully produced harvest-ready plants in 3 months for 13 participants, and moringa pudding products were positively received by 14 panelists with taste rated as very good (61.5%), texture good (53.8%), color very good (53.8%), and aroma very good (61.5%). In conclusion, this activity contributes significantly to improving nutritional knowledge, community skills, household food diversification, and stunting prevention efforts. Continuous support from the community, local government, and universities is needed to maintain the program's sustainability. Keywords: nutrition education; moringa pudding; hydroponics; stunting
Pemberdayaan Wanita Nelayan Melalui Inovasi Produk Oalahn Ikan Sebagai Oleh-oleh Khas Bonoege di Kelurahan Boneoge: Empowering Fisherwomen Through Processed Fish Product Innovation as Signature Souvenirs of Boneoge in Boneoge Village Fadhli, Wendi Muhammad; Yanuary, Rahmat; Febrianti, Nuristha; Nurfianti, Nurfianti; Faradillah, Faradillah; Milhusnah, Hijrah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.923

Abstract

Program pelatihan dan pendampingan pembuatan produk olahan ikan di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir, khususnya kelompok ibu rumah tangga nelayan, dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan abon ikan marlin dan sambal ikan tuna yang dipandu oleh tim dosen dan mahasiswa. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, yang mencakup praktik langsung, inovasi kemasan, strategi pemasaran, dan manajemen usaha sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi kedua jenis olahan ikan dengan baik, memahami aspek pemasaran, serta termotivasi untuk menjadikannya sebagai usaha rumah tangga yang berpotensi menjadi oleh-oleh khas Boneoge. Program ini berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan, memperkuat keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.