Kriswanto, Eliezer Mei
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penginjilan Kontekstual: Tradisi Penghormatan Orang Tua Dan Leluhur Pada Etnis Tionghoa Sebagai Celah Masuk Injil Kristus Kriswanto, Eliezer Mei
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Ap-Kain Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i1.54

Abstract

The encounter between people of Ethnic Chinese with the church and Christianity has been going on for a long time. However, this long-standing encounter did not accommodate the good values contained in Chinese tradition and culture into the Church. Chinese community-based Christian churches only accommodate Mandarin. Traditions such as respect for parents and ancestors are not accommodated in Christian practice. This is due to the concern that such a tradition will contaminate the faith of the congregation. This study aims to examine the Chinese-Christian relationship and try to find opportunities to harmonize the two. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study technique. As for the results of his research: 1) The finding of conformity to a certain degree of the practice of respecting parents and ancestors with the texts in the Old and New Testaments. This conformity can be found by finding the good side of Chinese tradition and culture; 2) Such conformity and respect can be an entry point for the Gospel of Christ.AbstrakPerjumpaan antara orang-orang dari Etnis Tionghoa dengan gereja dan Kristen telah berlangsung sejak lama. Namun perjumpaan yang telah berlangsung lama tersebut tidak membuat terakomodasinya nilai-nilai baik yang terdapat dalam tradisi dan budaya Tionghoa ke dalam Gereja. Gereja-gereja Kristen berbasis masyarakat Tionghoa hanya mengakomodasi Bahasa Mandarin. Tradisi seperti penghormatan terhadap orang tua dan leluhur tidak terakomodasi dalam praktik Kekristenan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa tradisi semacam itu akan mengontaminasi iman jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan Tionghoa-Kristen dan berusaha menemukan peluang mengharmoniskan keduanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi literatur. Ada pun hasil penelitiannya: 1) Ditemukannya kesesuaian dalam derajat tertentu praktik penghormatan orang tua dan leluhur dengan teks-teks dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kesesuaian itu dapat dijumpai dengan menemukan sisi baik dari tradisi dan budaya Tionghoa; 2) Kesesuaian  dan penghormatan tersebut dapat menjadi celah masuknya Injil Kristus. 
SIGNIFIKANSI PELAYANAN PASTORAL BAGI GENERASI ALPHA PADA MASA PASCA PANDEMI Kriswanto, Eliezer Mei
Shift Key : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 13 No. 1 (2023): Regular Issue, Volume 13 Number 1 (2023)
Publisher : P3M STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/shiftkey.v13i1.295

Abstract

Restrictions on community activities including church services during the Covid-19 pandemic made the church adapt and develop new methods of carrying out pastoral service activities for the alpha generation. Likewise, ministry during the post-pandemic period also made the church further develop appropriate service strategies. This study aims to further examine the significance of pastoral care during the Covid-19 pandemic. The method used is qualitative research with literature review. The results of the study show that pastoral care for the alpha generation is significant because the method used is related to information technology.
Yesus sebagai Pangruwat Bumi: Kristologi Kontekstual dalam Perspektif René Girard Kriswanto, Eliezer Mei
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Ruwat Bumi di Desa Paningkaban, Banyumas, melalui lensa teori mimesis dan mekanisme kambing hitam dari René Girard guna membangun sebuah kristologi kontekstual yang memahami Yesus sebagai “Pangruwat Bumi.” Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi struktur, simbol, dan fungsi sosio-religius ritual, khususnya pengorbanan kambing hitam, melalui observasi, analisis teks, dan interpretasi teologis kritis. Kerangka teoretis utama yang digunakan adalah konsep hasrat segitiga (mimesis) dan mekanisme kambing hitam Girard untuk menjelaskan bagaimana kekerasan kolektif dan krisis sosial dialihkan kepada korban substitusi demi memulihkan harmoni komunal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pengorbanan dalam Ruwat Bumi memiliki kemiripan dengan mekanisme viktimisasi yang menjadi dasar terbentuknya tatanan sosial. Namun, pengorbanan Yesus yang bersifat sadar dan sukarela secara mendasar berbeda karena menyingkap sekaligus memutus siklus kekerasan mimetik. Dengan demikian, tradisi Ruwat Bumi dapat dipahami sebagai praeparatio evangelica yang membuka ruang bagi perumusan kristologi kontekstual yang relevan dalam imajinasi budaya Jawa.