ABSTRACTThis study aims to explain the concept of miracles in Christian theology and to formulate an apologetic response to modern critiques that question the possibility and rationality of miracles. It highlights the importance of a theological, philosophical, and biblical perspective in understanding miracles as divine acts in history. The research employs a qualitative method using library research with an inductive analytical approach to gather, process, and interpret data from theological, historical, and philosophical sources. The findings show that miracles carry revelatory, soteriological, apologetic, pedagogical, and eschatological functions within the framework of God’s self-disclosure. The analysis of skeptical critiques, especially those of David Hume, demonstrates that philosophical objections to miracles are insufficient both logically and historically. This discussion affirms that miracles remain coherent within a theistic worldview and relevant for the contemporary church as expressions of God’s sovereign action in salvation plan. Keywords: Apologetics, Christian Faith, Divine Revelation, Miracle, Theology. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menjelaskan konsep mukjizat dalam teologi Kristen serta merumuskan tanggapan apologetis terhadap kritik modern yang mempertanyakan kemungkinan dan rasionalitas mukjizat. Kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang teologis, filosofis, dan Alkitabiah dalam melihat mukjizat sebagai tindakan Allah dalam sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui pendekatan analisis induktif untuk mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data dari sumber-sumber teologis, historis, dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukjizat memiliki fungsi revelatoris, soteriologis, apologetis, pedagogis, dan eskatologis yang saling terkait dalam kerangka penyataan Allah. Analisis terhadap kritik skeptis, terutama dari David Hume, membuktikan bahwa keberatan filosofis terhadap mukjizat tidak memadai secara logis maupun historis. Pembahasan ini menegaskan bahwa mukjizat tetap koheren dalam kerangka teisme dan relevan bagi kehidupan gereja masa kini sebagai bagian dari tindakan Allah yang berdaulat dalam rencana keselamatan. Kata kunci: Apologetika, Iman Kristen, Mukjizat, Penyataan Allah, Teologi.