This Author published in this journals
All Journal Al-Ulum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELA- GANDONG AND HARMONIZATION LIFE OF BROTHERHOOD (ORANG BASAUDARA) (Study case The Relations of Islam and Christianity post conflict in Ambon) Attamimy, M.
Al-Ulum Vol 14, No 2 (2014): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1279.986 KB)

Abstract

In post conflict period, Moluccas people were re-echoed the desire to be a civilized society and a dignified. Moluccas Community believes that the spirit of Pela-Gandong is able to glue back the kinship that had marred. Pela is cultural friendships which have been institutionalized in every heart, mind, and behavior of the Moluccans, it’s mean that they come from the same culture, although their religion is different. Pela-Gandong is a “mental awareness “of the “orang Basudara” were so strong, so whatever the burden and responsibility of the “orang Basudara” is a shared of responsibility. This Relationship has relevance to the teaching of religion in ukhuwwah concept. Therefore, the embodiment of teaching of Pela and the values which contained it’s none other the practice of religion. Instead, the reluctance to hold of Pela tradition, it’s same as reluctant to implement the values of religion itself. ----------Keinginan masyarakat Maluku  untuk kembali menjadi masyarakat yang beradab dan bermartabat kembali dikumandangkan pascakonflik. Masyarakat meyakini bahwa spirit Pela-Gandong mampu merekatkan kembali  tali persaudaraan  yang sempat tercederai. Pela-Gandong adalah persahabatan kultural yangtelah  melembaga dalam setiap hati, pikiran, dan perilaku masyarakat Maluku, yaitu  bahwa mereka berasal dari budaya yang sama walaupun agama yang mereka anut  berbeda. Pela-Gandongpanggilan jiwa orang Basudara, yang begitu kuat, sehingga apapun yang menjadi beban dan tanggung jawab orang Basudara merupakan tanggung jawab bersama.Ikatan seperti itu  memiliki relevansi dengan ajaran agama dalam konsep ukhuwwah. Oleh karena itu, pengejawantahan ajaran Pela dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak lain merupakan pengamalan ajaran agama. Sebaliknya, keengganan untuk memegang tradisi Pela, sama dengan enggan melaksanakan ajaran agama itu sendiri
PELA- GANDONG AND HARMONIZATION LIFE OF BROTHERHOOD (ORANG BASAUDARA) (Study case The Relations of Islam and Christianity post conflict in Ambon) Attamimy, M.
Al-Ulum Vol 14, No 2 (2014): Al-Ulum December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.602 KB)

Abstract

In post conflict period, Moluccas people were re-echoed the desire to be a civilized society and a dignified. Moluccas Community believes that the spirit of Pela-Gandong is able to glue back the kinship that had marred. Pela is cultural friendships which have been institutionalized in every heart, mind, and behavior of the Moluccans, it’s mean that they come from the same culture, although their religion is different. Pela-Gandong is a “mental awareness “of the “orang Basudara” were so strong, so whatever the burden and responsibility of the “orang Basudara” is a shared of responsibility. This Relationship has relevance to the teaching of religion in ukhuwwah concept. Therefore, the embodiment of teaching of Pela and the values which contained it’s none other the practice of religion. Instead, the reluctance to hold of Pela tradition, it’s same as reluctant to implement the values of religion itself. -----Keinginan masyarakat Maluku  untuk kembali menjadi masyarakat yang beradab dan bermartabat kembali dikumandangkan pascakonflik. Masyarakat meyakini bahwa spirit Pela-Gandong mampu merekatkan kembali  tali persaudaraan  yang sempat tercederai. Pela-Gandong adalah persahabatan kultural yangtelah  melembaga dalam setiap hati, pikiran, dan perilaku masyarakat Maluku, yaitu  bahwa mereka berasal dari budaya yang sama walaupun agama yang mereka anut  berbeda. Pela-Gandongpanggilan jiwa orang Basudara, yang begitu kuat, sehingga apapun yang menjadi beban dan tanggung jawab orang Basudara merupakan tanggung jawab bersama.Ikatan seperti itu  memiliki relevansi dengan ajaran agama dalam konsep ukhuwwah. Oleh karena itu, pengejawantahan ajaran Pela dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak lain merupakan pengamalan ajaran agama. Sebaliknya, keengganan untuk memegang tradisi Pela, sama dengan enggan melaksanakan ajaran agama itu sendiri.