Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pseudocode

PENGCLUSTERAN DATA CURAH HUJAN KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN FUZZY CLUSTERING ALGORITMA MIXTURE Herlina Latipa Sari; Dimas Aulia Trianggana
Jurnal Pseudocode Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.081 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.1.1.60-71

Abstract

Penclusteran Data curah hujan Kota Bengkulu dengan Fuzzy Clustering menggunakan Algoritma Mixture dan mengevaluasi performasi Algoritma Mixture dalam menghasilkan tingkat keakuratan lokasi prakiraan curah hujan bulanan di Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu. Data curah hujan Kota Bengkulu di analisis menggunakan algoritma Mixture dimana pengujian dilakukan menggunakan software matlab dan software SOCR. Dalam mengelompokkan data curah hujan Kota Bengkulu, Algoritma Gaussian Mixture Modelling berdasarkan dengan distribusi statistik yang dapat mengetahui overlapping data dalam sebuah cluster. Dari hasil pengujian Algoritma Mixtures untuk mendapatkan alternatif yang terbaik, dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam mengelompokkan data yang memiliki kesamaan jumlah data curah hujan yang sama atau mendekati, sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam mengelompokkan data.Mixture Modelling dalam mengelompokkan data curah hujan Kota Bengkulu mempunyai kemampuan untuk mendeteksi keberadaan suatu cluster yang overlap dengan cluster yang lain.Kata Kunci: Fuzzy Clustering, Algoritma Mixture. 
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA BLOWFISH DAN ALGORITMA TWOFISH PADA PROSES ENKRIPSI DAN DEKRIPSI Dimas Aulia Trianggana; Herlina Latipa Sari
Jurnal Pseudocode Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.033 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.2.1.37-44

Abstract

Algoritma Blowfish dan algoritma Twofish merupakan dua buah algoritma kriptografi yang bersifat simetris dan beroperasi dalam bentuk blok cipher, jaringan fiestel, dan s-box. Berdasarkan hal tersebut, timbul suatu permasalahan antara algoritma Blowfish dan Twofish terhadap estimasi waktu yang diperlukan pada saat proses enkripsi dan dekripsi suatu file. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskedua algoritma tersebut, dan mengujinya dengan cara membuat sebuah aplikasi berbasis windows yang dapat digunakan untuk mengukur estimasi waktu proses dan besar file setelah proses enkripsi dan dekripsi, sehingga dapat dilakukan perbandingan antara kedua algoritma tersebut. Pengujian dilakukan menggunakan file dokumen dengan extension *.doc, *.xls, *.psd, *.ppt baik untuk proses enkripsimaupun dekripsi. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa jika ditinjau dari estimasi waktu proses enkripsi dan dekripsi, algoritma Blowfish lebih cepat waktu eksekusinya dibandingkan dengan algoritma Twofish, dan jika ditinjau dari besar ukuran file sebelum dan sesudah proses enkripsi dan dekripsi, algoritma Blowfish dan algoritma Twofish memiliki besar ukuran yang sama.Kata Kunci : Kriptografi, Algoritma Blowfish, Algoritma Twofish