Manteiro, Maria C.B
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PARAWISATA (COMMUNITY BASED TOURISM) SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN NUSA TENGGARA TIMUR Manteiro, Maria C.B
Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN) Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Pandemi COVID-19 telah menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal Ini bisa dilihat sejak Februari 2020/2021 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastic, hal yang sama juga terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur , khususnya di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS). Salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah dengan mengembangkan parawisata berbasis masyarakat Community Based Tourism-CBT). Konsep CBT juga dapat dikembangkan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan kepada masyarakat yang mana mengusung budaya asli yang dimiliki masyarakat setempat seperti dalam melakukan aktivitas keseharian mereka. Metode Metode yang digunankan metode survei deskriptif, dan subyek yang diteliti adaklah Responden dalam penelitian ini adalah camat Fatumnasi, kepala desa Fatumnasi, masyarakat setempat dalam hal ni tokoh adat dan ketua karang taruna, pemerintah dalam hal ini Dinas Parawisata, BAPEDA dan para wisatawan teknik pengumpulan data seperti, 1). Teknik wawancara mendalam (Depth Interview) yang menggunakan model semistruktur akan dilakukan secara berulang - ulang dan intensif, 2) Observasi non partisipan dilakukan hanya untuk mengobservasi aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model pengembangan CBT sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di kecamatan Fatumnasi akan berhasil apabila semua komponen tersedia dan mendapat dukungan dari semua stakeholders. Potensi pengembangan parawisata yang dapat di kembangkan di kecamatan Fatumnasi kabupaten Timor Tengah selatan adalah wisata alam, wisata budaya, wisata kerajinan. Pengembangan CBT dapat dirumuskan dengan strategi to see, to do, to buy,to share, To Empower, dan to sustain, dengan strategi ini diharapkan dapat meberikan keuntungan bagi masyarakat maupun wisatawan. Dalam pengembangan CBT terdapat beberapa kendala antara lain terbatasnya sumber daya manusia, kurangnya dukungan dari pemerinta,pihak swasta dan lembaga terkait dan kurangnya partisipasi dari masyarakat. Kata kunci: pengembangan parawisata, Community Based Tourism-CBT, pemberdayaan ekonomi masyarakat
MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBERDAYA MANUSIA PADA SEKTOR PARAWISATA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PERHOTELAN DI KOTA KUPANG Manteiro, Maria C.B
Bisman - Jurnal Bisnis & Manajemen Vol 5 No 01 (2020): Juni
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model strategi pengembangan kompetensi SDM pada sektor parawisata sebagai upaya meningkatkan kinerja perhotelan di Kota Kupang. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan yakni bulan Agustus hingga Nopember 2019 yang dilaksanakan di Kota Kupang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan desain riset yang digunakan yaitu deskriptif. pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, survey, expert justification, dan FGD. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui desk study. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer, karyawan front office dan tatagraha hotel, pramusaji dan cook/koki dan konsumen/pelanggan hotel berbintang 3 dan 4. Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive Sampling. Dari hasil analisis Terdapat beberapa hal penting berkaitan dengan kompetensi SDM sektor hotel dan restoran yaitu: 1)Persaingan dengan tenaga kerja asing,2) Tuntutan standarisasi layanan/kompetensi,3) Tuntutan sertifikasi profesi.4)Optimalisasi Lembaga pendidikan dan pelatihan Berkaitan dengan hal tersebut di atas strategi yang dapat dilakuakn dengan peningkatan kompetensi sektor parawisata kinerja perhotelan: (1).Strategi Peningkatan kapasitas kelembagaan, (2). Strategi Peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan, dan (3) Strategi Peningkatan kompetensi SDM melalui program sertifikasi dan standarisasi Model Peningkatan Kompetensi SDM Sektor Hotel dan Restoran sangat ditentukan oleh tiga faktor,yaitu : industri, kebijakan pemerintah, dan institusi pendidikan