This Author published in this journals
All Journal Saraswati
Yacinta Ocnes Ayrmawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK PENYAJIAN TARI JALANTUR EKO BUDOYO DALAM PERAYAAN TAHUN BARU JAWA DI DUSUN KARANGANYAR, KEL. NGARGOMULYO, KEC. DUKUN KAB. MAGELANG JAWA TENGAH Yacinta Ocnes Ayrmawati; Supriyanti -
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.750

Abstract

Kesenian Jalantur merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat pedesaan pada tahun 1963 di sekitar Lereng Merapi dan Merbabu, tepatnya di dusun Karanganyar Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun. Kesenian ini merupakan tarian kelompok, disebut tarian kelompok karena jumlah penarinya lebih dari satu orang penari dengan berjumlahkan penari 12 orang. Masing-masing mempunyai peran yang berbeda-beda antara lain 2 penari Batak, 4 penari Rontek, 2 penari kuda kepang, 2 penari Batak Mburi, dan 2 penari Penthul Tembem. Penelitian tentang kesenian Jalantur Eko Budoyo bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk penyajian Kesenian Jalantur Eko Budoyo dalam perayaan Tahun Baru Jawa yang terletak di dusun Karanganyar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Perayaan Tahun Baru Jawa ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali menurut penanggalan Jawa. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan bentuk penyajian, yaitu suatu pendekatan dengan cara mengkaji objek penelitian yang meliputi berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut yaitu gerak tari, ruang dan waktu, properti, iringan, rias dan busana sehingga menjadi sebuah kesatuan. Bentuk penyajian kesenian Jalantur dalam perayaan tahun baru Jawa durasi waktu yang digunakan lebih lama daripada dalam acara-acara lainnya. Kesenian Jalantur Eko Budoyo selain dipentaskan dalam perayaan tahun baru jawa juga dipentaskan dalam acara-acara lainnya seperti acara festival, Khitanan, Syukuran, dan untuk memeriahkan hari besar nasional dengan sajian yang berbeda-beda.Kata Kunci: Kesenian Rakyat, Bentuk Penyajian, Jalantur.