Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk evaluasi pembelajaran yang digunakan pada anak tunarungu yang bersekolah di sekolah dasar penyelenggara inklusi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif untuk menggali serta menganalisis data yang didapat, teknik analisis data mengunakan Miles dan Huberman, tempat penelitian di SD Tunas Harapan yang menyelengarakan pendidikan inklusif. Tujuan diadakannya evaluasi pembelajaran yaitu untuk mengetahui pencapaian pembelajaran bagi perserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif yang telah diselenggarakan. Gambaran capaian materi yang telah disampaikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus akan terlihat pada hasil ujian yang telah dilakukan oleh guru. Hasil ujian yng berupa angka atau bentuk lainnya digunakan untuk mengecek kesuaian materi dengan kamampuan mengajar peserta didik berkebutuhan khusus. Hasil evaluasi digunakan sebagai pemantauan kemajuan peserta didik pedidikan khusus setelah mengikuti pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Aspek yang yang dievaluasi mencakup ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Ada anak tunarungu yang materinya sama dengan anak normal, menggunakan materi yang telah dimodifikasi sesuai dengan kemampuannya dan ada juga yang materinya hanya pada pre-akademik, sebab kemampuannya belum mampu memasuki tahap akademik. Bentuk dan jenis tes yang digunakan pada pelajaran Tematik dan Bidang Studi disesuaikan dengan kemampuan individu setiap anak tunarungu. Ada yang menggunakan soal anak normal yaitu jenis soal pilihan ganda (Multiple Choice) dan soal isian (Fill-in Test). Namun ada juga anak tunarungu yang menggunakan soal modifikasi. Adapun bentuk dan jenis soal modifikasi menggunakan Tes Objektif dengan jenis soal pilihan ganda (Multiple Choice) dan ada juga penggabungan antara soal menjodohkan (Matching Test) dengan soal isian (Fill-in Test) yang menggunakan kata-kata dengan Bahasa atau kosa kata yang dikuasai anak tunarungu.