Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Pendapatan Masyarakat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Puspa Nursyahbani; Neneng Hasanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13584

Abstract

Sepanjang periode 2021–2025, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor bertahan di bawah 45 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah; pola semacam itu menyiratkan lemahnya kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan. Atas dasar keadaan tersebut, tiga determinan, yakni pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan pendapatan masyarakat, ditelaah kontribusinya terhadap kepatuhan wajib pajak dalam melunasi PBB-P2, baik secara serempak maupun terpisah. Rancangan kuantitatif kausal-asosiatif ditempuh melalui survei. Sebanyak 100 responden dipilih secara purposif dengan rumus Slovin pada toleransi kesalahan 10 persen dari 15.481 objek pajak terdaftar, sementara tanggapan mereka dijaring lewat instrumen tertutup berskala Likert lima poin. Pengujian instrumen, diagnostik asumsi klasik, regresi linear berganda, statistik F dan t, serta koefisien determinasi diolah menggunakan IBM SPSS 27. Uji serempak membuahkan F = 68,562 dengan signifikansi di bawah 0,001 dan koefisien determinasi terkoreksi 67,2 persen sehingga ketiga prediktor terbukti membentuk kepatuhan secara bersama-sama. Uji terpisah pun memperlihatkan pengaruh positif yang bermakna pada pengetahuan perpajakan (t = 3,266; sig. = 0,002), kesadaran wajib pajak (t = 2,730; sig. = 0,008), dan pendapatan masyarakat (t = 3,003; sig. = 0,003). Bukti empiris tersebut mengukuhkan Theory of Planned Behavior sekaligus mengisyaratkan bahwa perbaikan kepatuhan PBB-P2 di perdesaan menuntut intervensi terpadu yang mencakup program literasi fiskal, penumbuhan kesadaran kolektif, dan mekanisme pembayaran yang selaras dengan daya ekonomi rumah tangga.
Pengaruh Audit Report Lag, Debt Default, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern Putri Salsabila; Neneng Hasanah
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of Audit Report Lag, Debt default, and Company Growth on Going Concern Opinion. This research uses an associative method. The population in this study consists of infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchage (IDX) from 2019-2024. The sampling technique is based on a purposive sampling method. Out of a total population of 70 infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchage, 45 companies met the selection criteria, total of 270 data observations. This study utilizez the statistical tool Eviews 12 software. The analytical technique used is logistic regression. The results indicate that, partially, Audit Report Lag has a significant effect on Going Concern Audit Opinion, while Debt Default and Company Growth partially do not have a significant effect on Going Concern Audit Opinion. Simultaneously, Audit Report Lag, Debt Default, and Company Growth have a significant effect on Going Concern Audit Opinion.
Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Financial Distress : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Sales Growth, Operating Cash Flow Neneng Hasanah; Tsarina Zenabia
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.1055

Abstract

Financial distress merupakan kondisi kesulitan keuangan yang berpotensi mengarah pada kebangkrutan, sehingga penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan (sales growth), dan operating cash flow terhadap financial distress pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. . Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 20 perusahaan dengan data observasi selama 5 tahun periode penelitian, data yang terkumpul adalah 100 data yang dianalisis. Data diolah menggunakan program Eviews 12 untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal dan sales growth  tidak berpengaruh terhadap financial distress, sementara ukuran perusahaan dan operating cash flow pengaruh signifikan terhadap financial distress. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga ukuran Perusahaan dan pemeliharaan operating cash flow yang positif untuk meminimalkan risiko financial distress. Secara simultan struktur modal, sales growth dan operating cash flow pengaruh terhadap financial distress.   Financial distress is a condition of financial difficulty that has the potential to lead to bankruptcy, making it important for companies to identify the factors that influence it. This study aims to examine the effect of capital structure, firm size, sales growth, and operating cash flow on financial distress in Consumer Cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019–2023 period. The sample was determined using purposive sampling. This research employs a quantitative approach with secondary data. The sample consists of 20 companies with five years of observations, resulting in 100 data points for analysis. Data were processed using Eviews 12 to test the hypotheses through panel data regression analysis. The results show that capital structure and sales growth have no effect on financial distress, while firm size and operating cash flow have a significant effect. The findings emphasize the importance of maintaining optimal firm size and positive operating cash flow to minimize the risk of financial distress. Simultaneously, capital structure, sales growth, and operating cash flow have an effect on financial distress