Qurrota Ayuni
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi dan Motif Mistisisme dalam Cerita Rakyat Mitos Gunung Kawi: Kajian Mistisisme Niels Mulder: Existence and Motifs of Mysticism in the Folklore "Mitos Gunung Kawi": Niels Mulder's Mysticism Perspective Ayuni, Qurrota
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 8 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v8i1.21215

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang mengenai sastra lisan dari Malang yang masih kental dan dipercayai terutama pada pesugihan. Objek dari penelitian ini adalah salah satu sastra lisan dari Jawa Timur yang berjudul Mitos Gunung Kawi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini antropologi sastra yang berfokus pada mistisisme Niels Mulder yang meliputi eksistensi dan motif mistisisme. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi dan motif mistisisme dalam Mitos Gunung Kawi? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan eksistensi dan motif mistisisme dalam cerita rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan data yang digunakan berasal dari percakapan antar tokoh dan kejadian-kejadian dalam sastra lisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mistisisme yang ada dalam Mitos Gunung Kawi meliputi adalah (1) eksistensi mistisisme yang meliputi eksistensi material yang nampak pada benda-benda sakral sebagai pesugihan, eksistensi spiritual yang tampak pada ritual-ritual dalam meminta pesugihan, eksistensi moral tampak pada pengobatan yang dilakukan oleh Mbah Djoego dengan doa-doa yang diberikannya, dan (2) motif mistisisme yang meliputi motif positif yang tampak pada proses pengobatan Mbah Djoego dan motif egoistis yang tampak pada ritual pesugihan.