Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PUBLIC SECTOR SERVICE INNOVATION COMPARISON: (RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan Lembaga Permasyarakatan Nusakambangan Cilacap) Ellyza Octaleny
Khazanah Intelektual Vol. 4 No. 2 (2020): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v4i2.72

Abstract

Abstrak Inovasi merupakan suatu hal penting yang harus dimiliki oleh sebuah organisasi pemberi layanan sektor publik. Instansi pemerintah sebagai pemberi layanan dituntut memiliki inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan inovasi pelayanan sektor publik di RSUD Prof. Margono dan Lembaga Permasyarakatan Nusakambangan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini adalah: 1). Kurangnya personil pegawai yang sesuai dengan tugas dan fungsinya; 2). Kuangnya kesejahteraan pegawai sehingga kinerja pegawai rendah dan tidak berkualitas; 3). Pegawai berpendidikan rendah sehingga tidak sesuai dengan beban tugas dan fungsinya. Rekomendasi untuk kedua Lembaga sector public tersebut dalam penelitian ini adalah: 1). Penambahan personel pegawai sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga cakupan kewenangannya luas; 2) Lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai sehingga pegawai termotivasi untuk bekerja dengan baik dan berkualitas; 3) Memberikan Kemudahan kepada pegawai yang ingin melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi sehingga kualitas Pendidikan personel lebih seimbang dengan beban kerja. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan, SektorPublik Abstract Innovation is an important thing that must be owned by an organization that provides public sector services. Government agencies as service providers are required to have innovations to improve the quality of services to the community. This study aims to compare public sector service innovations in hospitals. Prof. Margono and the Nusa kambangan Penitentiary. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The findings in this study are: 1). Lack of employee personnel in accordance with their duties and functions; 2). The lack of employee welfare so that employee performance is low and not qualified; 3). Employees have low education so that it is not suitable with their work load and function. The recommendations for the two public sector institutions in this study are: 1). The addition of employee personnel in accordance with their duties and functions so that the scope of their authority is broad; 2) Pay more attention to employee welfare so that employees are motivated to work well and quality; 3) Providing convenience to employees who want to continue their education to a higher level so that the quality of personnel education is more balanced with the workload. Keywords: Innovation, Service, Public Sector
Pelayanan Publik di Desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Ellyza Octaleny
Journal of Public Administration and Local Governance Vol 3, No 1 (2019): Good Village Governance for Improving Public Services
Publisher : Social and Political Science Faculty - Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v3i1.1359

Abstract

AbstrakEra Milenial ditandai dengan semakin berkembangnya Ilmu dan Teknologi. Perkembangan ilmu dan teknologi ini melahirkan gaya hidup serba cepat. Gaya hidup masyarakat yang serba cepat ini dikarenakan tersambungnya gedget dengan internet yang menghasilkan koneksi di antara masyarakat, sampai pada lintas daerah, negara, bahkan benua. Kemajuan ilmu dan teknologi ini terjadi di seluruh dunia akan tetapi tidak terjadi di daerah-daerah yang tidak memiliki fasilitas jaringan internet terutama daerah-daerah yang di sebut desa. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pelayanan Pemerintahan Desa di Era Milenial di Desa Gunung Batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan pemerintahan desa di era milenial di Desa Gunung Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah 1). Pelayanan publik di Desa Gunung Batu hanya berupa pemberian rekomendasi (surat Pengantar); 2). Administrasi desa masih bersifat manual; 3). Keterbatasan sarana dan prasarana; 4). Rendahnya kualitas SDM di Desa Gunung BatuKata Kunci : Pelayanan; Pemerintahan Desa; Era Milenial AbstrakEra Milenial ditandai dengan semakin berkembangnya Ilmu dan Teknologi. Perkembangan ilmu dan teknologi ini melahirkan gaya hidup serba cepat. Gaya hidup masyarakat yang serba cepat ini dikarenakan tersambungnya gedget dengan internet yang menghasilkan koneksi di antara masyarakat, sampai pada lintas daerah, negara, bahkan benua. Kemajuan ilmu dan teknologi ini terjadi di seluruh dunia akan tetapi tidak terjadi di daerah-daerah yang tidak memiliki fasilitas jaringan internet terutama daerah-daerah yang di sebut desa. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pelayanan Pemerintahan Desa di Era Milenial di Desa Gunung Batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan pemerintahan desa di era milenial di Desa Gunung Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah 1). Pelayanan publik di Desa Gunung Batu hanya berupa pemberian rekomendasi (surat Pengantar); 2). Administrasi desa masih bersifat manual; 3). Keterbatasan sarana dan prasarana; 4). Rendahnya kualitas SDM di Desa Gunung Batu  Kata Kunci : Pelayanan; Pemerintahan Desa; Era Milenial.   
MANAJEMEN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME DAN DAYA SAING APARATUR SIPIL NEGARA Ellyza Octaleny
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 2, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.204 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v2i1.645

Abstract

Arrangement of organization and staffing need to be done considering the number of employees and the number of organizations can lead to ineffective administration of government both central and regional. The number of organizational units should indicate a balance with the number of employees. To balance the number of organizational units with the number of employees required human resources management. Human resource management in a government organization is often called civil service management. Current conditions and problems are (1) Employment management has not oriented to human resource management, (2) Distribution of civil servants is less harmonious with the distribution of tasks and functions, (3) Employment system not merit-oriented, (4) Some remuneration  has not been linked With duties and responsibilities, (5) The accountability system is still weak. To overcome this, the government will enact Law No. 5 of 2014 on State Civil Apparatus. As the National Strategic Policy of the State Apparatus Empowerment (Jakstrapan) in 2005-2009, the development of human resources of the apparatus is focused on improving the quality of public services and accelerating the eradication of KKN and improving the performance of apparatus through the application of payroll system based on merit and remuneration, accountability and discipline enforcement consistently, institutional vision-mission, and effective management. The strategy undertaken to implement the development of apparatus resources is by applying the principles of good governance at all levels, lines, and government activities. Keywords : apparatus, civil, professional