Ayunita Leliana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widya Cendika

MODEL INDIGENISASI FEMINISME OLAHRAGA DI INDONESIA Dita Yuliastrid, ; Made Pramono, ; Ayunita Leliana,
Widya Cendika Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Widya Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengkaji dua karakter universal feminisme olahraga (sebagai pemikiran maupun gerakan), yakni sport for all dan advokasi perempuan sebagai tahapan dalam konstruksi model indigenisasi (pribumisasi) feminisme olahraga ini di Indonesia. Analisis wacana dan konstruksi model dilakukan dengan metode heuristika yang terdiri dari kesinambungan context of justification, kritik paradigm, context of discovery, dan pengembangan kreatif alternative konsep indigenisasi feminism olahraga. Hasil penelitian ini adalah: (a) konsep sport for all memang tidak memiliki akar filsafat tersendiri di Indonesia, namun sampai saat ini berjalan sesuai yang seharusnya di mana perempuan berperan dalam berbagai ruang lingkup olahraga; (b) kasus diskriminatif keolahragaan adalah “gunung es” yang tersembunyi berkat penerimaan masyarakat umum atas posisi natural bahwa perempuan adalah subordinat laki-laki; (c) inilah feminisme ortodoks, yang bersandar pada argumentasi kelemahan perempuan sehingga perlu penyadaran budaya bahwa perempuan perlu dilindungi dan diposisikan setara dengan laki-laki; (d) Advokasi keolahragaan bagi perempuan selama ini dimaknai sebagai ditolaknya diskriminasi tanpa mengkonseptualisasikan lebih jauh ke arah penyadaran berkelanjutan; (e) Paradigma ortodoks ini secara bertahap dibawa ke arah postfeminisme yang bersinkretis dengan ajaran lama masyarakat dan dimassifikasi melalui berbagai cara. Inilah indigenisasi feminisme olahraga Indonesia yang ditawarkan penelitian ini.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TENIS LAPANGAN MELALUI PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA MAHASISWA S-1 PENJASKESREK JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FIK UNESA Advendi Kristiyandaru, ; Sapto Wibowo, ; Ayunita Leliana,
Widya Cendika Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Widya Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem in learning process of tennis in Physical Education Department, especially S-1 Penjaskesrek, is the students have lack of motivation in participating in tennis classes. In addition, lecturer also still applies old-fashioned teaching methods, i.e. speech, so that less stimulates them to participate actively during class. These conditions led to less student learning outcomes. This can be seen from the results for middle evaluation (middle test), obtained an average value of students were still below the standard that is less than 60, even in a class no one received an A. According to that background, operational problems in this research can be formulated as follows: (a) How does students’ motivation to learn tennis with the use of multimedia and hand-on teaching model?; (b) How are students’ learning outcomes in tennis class with the use of multimedia and hand-on teaching model? After did 2 cycles, students’ motivation to learn tennis has increased (from 122.51 ± 21.049 to 141.49 ± 15.22). Their learning outcomes also increase. As many as 51 students have gotten ≥ 60.