Siti Binti AZ
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritualitas dan Seni Islam menurut Sayyed Hossein Nasr (Spirituality and Islamic Art according to Sayyed Hossein Nasr) AZ, Siti Binti
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 3 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i3.809

Abstract

Seni bukan untuk seni sendiri. Tidak ada istilah Iart pour Iart. Karya seni, bagi Nasrharus digali dan mengekspresikan dimensi-dimensi spiritual, merefleksikan prinsipprinsiptauhid, sehingga ia mampu mengingatkan dan menuntun manusia untukkembali kepada Tuhan. Inilah ciri khas pemikiran Nasr yang perennial. Seni Islam,juga berdasarkan hikmah, yakni pengetahuan yang diilhami oleh nilai-nilai spiritual.Seni Islam mewujudkan realitas-realitas yang ada dalam Pembendaharaan Ghaib(khazain alghaib) lewat bantuan ilmu pengetahuan tentang dunia batin (hikmah). SeniIslam adalah buah dari spiritualitas Islam, merupakan hasil dari pengejawantahankeesaan pada bidang keragaman. la merefleksikan kandungan Prinsip Keesaan Ilahi,kebergantungan seluruh keanekaragaman kepada Yang Esa, kesementaraan duniadan kualitas-kualitas positif dari eksistensi kosmos. Sumber seni Islam harus dicari didalam realitas-realitas batin (haqaiq) Al-Quran yang merupakan realitas-realitas dasarkosmos dan realitas spkitual substansi nabawi yang mengalirkan barakahmuhammadiyah (Al-Barakah Al-Muhammadiyah). Aspek-aspek batin dan barakahNabi inilah yang merupakan sumber seni Islam, yang tanpa keduanya tidak akanmuncul seni Islam.Kata kunci: Islam, Spiritualitas, Seni, Estetika
Spiritualitas dan Seni Islam menurut Sayyed Hossein Nasr (Spirituality and Islamic Art according to Sayyed Hossein Nasr) AZ, Siti Binti
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 3 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i3.809

Abstract

Seni bukan untuk seni sendiri. Tidak ada istilah I'art pour I'art. Karya seni, bagi Nasrharus digali dan mengekspresikan dimensi-dimensi spiritual, merefleksikan prinsipprinsiptauhid, sehingga ia mampu mengingatkan dan menuntun manusia untukkembali kepada Tuhan. Inilah ciri khas pemikiran Nasr yang perennial. Seni Islam,juga berdasarkan hikmah, yakni pengetahuan yang diilhami oleh nilai-nilai spiritual.Seni Islam mewujudkan realitas-realitas yang ada dalam 'Pembendaharaan Ghaib'(khazain alghaib) lewat bantuan ilmu pengetahuan tentang dunia batin (hikmah). SeniIslam adalah buah dari spiritualitas Islam, merupakan hasil dari pengejawantahankeesaan pada bidang keragaman. la merefleksikan kandungan Prinsip Keesaan Ilahi,kebergantungan seluruh keanekaragaman kepada Yang Esa, kesementaraan duniadan kualitas-kualitas positif dari eksistensi kosmos. Sumber seni Islam harus dicari didalam realitas-realitas batin (haqaiq) Al-Qur'an yang merupakan realitas-realitas dasarkosmos dan realitas spkitual substansi nabawi yang mengalirkan 'barakahmuhammadiyah' (Al-Barakah Al-Muhammadiyah). Aspek-aspek batin dan barakahNabi inilah yang merupakan sumber seni Islam, yang tanpa keduanya tidak akanmuncul seni Islam.Kata kunci: Islam, Spiritualitas, Seni, Estetika