Wili Azhari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA Wili Azhari
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek  pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna   
MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA Wili Azhari
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek  pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna