Hery Wibowo
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

MODEL PENDEKATAN CENTRE BASED DALAM MENANGANI ANAK JALANAN PEREMPUAN Rivanlee Anandar; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.836 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i2.13139

Abstract

Keberadaan anak-anak jalanan di berbagai sudut jalan adalah konsekuensi logis bagi Bandung sebagai kota metropolitan. Anak jalanan dipandang sebagai masalah yang memberi citra kurang baik terhadap pembangunan. Selain menambah beban pembangunan, persoalan anak jalanan-terutama perempuan-menjadi kian rumit ketika mereka menjadi sasaran empuk perdagangan manusia atau pekerja seks.Hal ini disebabkan mereka tidak terlindungi dengan semestinya dan pengetahuan yang mereka miliki sangatlah minim. Anak jalanan perempuan bahkan menanggung resiko jauh lebih berat ketimbang anak jalanan laki-laki. Untuk menghindari anak jalanan perempuan menjadi sasaran eksploitasi atau orientasi seksual bebas lelaki, perlu adanya pendampingan khusus bagi anak jalanan perempuan. Saat ini, Proses pendidikan tersebut dapat dilakukan melalui penanganan di lembaga/pusat pelayanan. Lembaga dengan penanganan model semacam ini adalah rumah singgah.Rumah singgah dianggap bisa memberikan pendidikan serta pemahaman bagi anak-anak jalanan perempuan untuk dapat mengubah sikap dan cara pandangnya melihat kehidupan. Berangkat dari masalah ini, saya berinisiatif untuk menawarkan ide rumah singgah khusus anak jalanan perempuan.
DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH Rivanlee Anandar; Budhi Wibhawa; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.618 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13122

Abstract

Berbagai perubahan terjadi pada anak jalanan di rumah singgah, baik perubahan yang berhubungan dengan kondisi fisik maupun berhubungan dengan kondisi lingkungan. Perubahanperubahan yang terjadi pada anak jalanan dipengaruhi oleh apa yang mereka terima di rumah singgah. Perubahan masa dari yang sepenuhnya di jalan sampai sebagian di panti tentu tak mudah bagi anak jalanan, tak heran jika beberapa anak mengalami kejenuhan atau stress saat di rumah singgah.Untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan tersebut, anak jalanan di rumah singgah membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan ini yang disebut dukungan sosial, dan orang-orang yang memberi dukungan disebut sumber dukungan.Studi kepustakaan menyatakan bahwa dukungan sosial akan dapat membantu mencegah efek negatif karena adanya stress apabila terjadi kesesuaian antara harapan dan penerimaan dukungan sosial bagi individu, penerima dukungan. Demikian pula dukungan sosial dari staf serta lingkungan rumah singgah akan dapat mencegah efek negatif karena keterkejutan budaya pada anak yang biasa di jalanan. Oleh karena itu, peneliti merasa penelitian ini penting disamping untuk sumbangan perbaikan pada program yang diberikan lembaga juga diharapkan penelitian ini dapat memberi ide tentang pemberian dukungan sosial di lembaga lain.Pada penelitian ini juga hendak diteliti hambatan serta faktor pendukung pemberian dukungan sosial yang ada di lembaga. Hal ini dilakukan karena persepsi individu, penerima dukungan, sebelumnya berada dalam lingkungan yang beda dan jauh dari dukungan sosial yang membuat dirinya baik.
POLA PENGASUHAN ORANG TUA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN ANAK DOWN SYNDROME (Studi Deskriptif Pola Pengasuhan Orang Tua Pada Anak Down Syndrome yang bersekolah di kelas C1 SD-LB Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa Bina Asih Cianjur) Nadia Uswatun Hasanah; Hery Wibowo; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.279 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13119

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Pola Pengasuhan Orang Tua Dalam Upaya Pembentukan Kemandirian Anak Down Syndrome (studi deskriptif pola pengasuhan orang tua pada anak Down Syndrome yang bersekolah di kelas C1 SD-LB Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa Bina Asih Cianjur). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana bentuk pola pengasuhan yang diterapkan orang tua terhadap anak Down Syndrome di kawasan Cianjur. Pola pengasuhan tersebut meliputi pola pengasuhan permisif, otoriter dan demokratis.Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi deskriptif, sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman studi dokumentasi. Teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yaitu, 6 orang dari pihak orang tua anak Down Syndrome. Dimana dalam penelitian ini akan di observasi dari 3 keluarga yang memiliki anak Down Syndrome, dengan masing-masing terdiri dari ayah dan ibu. Serta 2 orang dari pihak yayasan sebagai pihak yang memantau perkembangan kemandirian anak pada saat di sekolah.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola pengasuhan orang tua berperan besar dalam pembentukan kemandirian anak Down Syndrome. Bentuk pola pengasuhan seperti apa, itulah yang akan membentuk karakter anak dan mempengaruhi kemandirian anak Down Syndrome, dikarenakan pola pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan pada saat di rumah. Anak Down Syndrome memang membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasannya. Namun hal ini tidak berarti mereka menjadi anak yang terus bergantung dan tidak mampu mandiri. Di satu sisi, mereka membutuhkan perhatian khusus, namun di sisi lain mereka juga perlu diberikan ruang untuk dapat mengembangkan kemampuannya. Maka dari itu, pola pengasuhan orang tua lah yang sangat berperan dalam hal ini.Dengan demikian, peneliti menyarankan suatu program pelatihan dan pembinaan bagi para orang tua anak Down Syndrome yaitu “Parenting Support”. Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pelatihan bagi para orang tua agar mampu dalam merawat, mendidik dan menjaga anak Down Syndrome, guna mendukung pada ketercapaian pemenuhan kebutuhan dasar dan kemandirian mereka.
KAMPANYE SOSIAL PEDULI ANAK PENYANDANGCEREBRAL PALSY Advokasi untuk Pekerja Sosial:Mengkampanyekan Activity of Daily Living (ADL) untuk Mendorong Kemandirian Anak Di Rumah Franzeska Venty; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.015 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i2.13138

Abstract

Otak merupakan pusat saraf yang mengendalikan fungsi tubuh manusia. Pada kondisi yang berbeda, anak cerebral palsy mengalami kerusakan pada bagian otak yang berfungsi dalampengendalian gerak tubuh. Kondisi itu mengakibatkan kesulitan bergerak, berjalan, hingga belajar, akan tetapi hal itu belum banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya orang tua penderita, mengenai kondisi cerebral palsy dan penanganannya. Kurangnya pemahaman pada masyarakat dapat menjadi hambatan dalam penanganan penderitanya untuk hidup mandiri.Pada kajian ini, mendorong pemerintah untuk mengadakan kampanye sosial peduli anak penyandangcerebral palsydalammemberikan informasi mengenai kondisi cerebral palsydan kegiatanActivity of Daily Living (ADL) yang diterapkan pada anak oleh orang tua di rumah.KegiatanADL didasari oleh tingkat kemandirian anak yang didukung oleh orang tua di rumah untuk mampu melakukan kegiatan perawatan diri harian.Berbasis social marketing, pengadaan kegiatan kampanye inibertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menyadari pentingnya partisipasi pemenuhan kebutuhan anak cerebral palsy dan kemandiriannya melalui identifikasi tujuh aspek marketing mix.Gagasan ini dilakukan guna mendorong pemerintah dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap anak penyandang cerebral palsy sebagai upaya agar orang tua dapat lebih memahami kondisi anak dan penanganannya agar mampu hidup mandiri.