Hetty Krisnani
Pusat Studi Kesejahteraan Anak dan Keluarga FISIP-Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL LANSIA DI PANTI Camelia Kristika Pepe; Hetty Krisnani; Dessy Hasanah Siti A.; Meilanny Budiarti S.
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.523 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13809

Abstract

Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang umumnya akan dilalui oleh setiap manusia. Fase ini merupakan proses dari berkurang dan hilangnya beberapa sumber primer yang mendukung kehidupan lansia, baik sumebr biologis, ekonomi, soaial dan ekonomi. Panti Lansia (wreda atau jompo) disediakn dengan tujuan utama adalah menopang atau mendukung kehidupan lansia. Tidak sedikit para lanjut usia yang tinggal di Panti masih memiliki keluarga, baik keluarga keluarag inti atau keluarga besar. Namun demikian dukungan sosial keluarga tetap diperlukan bagi lansia walau lansia telah berada di Panti. Para lansia perlu dukungan perhargaan, masih membutuhkan informasi tentang perkembangan di luar panti, membutuhkan dukungan ekonomi dan penyaluran minat-bakat, serta masih membutuhkan dukungan sosial lainnya. Ssehingga dukungan sosial dari keluarga sangat penting dalam proses palayanan Lansia di Panti-panti yang ada.
PENERAPAN METODE ORIENTASI MASA DEPAN (OMD) PADA REMAJA YANG MENGALAMI KEBINGUNGAN IDENTITAS (MENENTUKAN TUJUAN HIDUP) Salsabila Wahyu Hadianti; Hetty Krisnani
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.014 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13821

Abstract

Secara biologis maupun kultural masa remaja dipandang sebagai akhir masa anak – anak dan merupakan pintu masuk menuju masa dewasa. Dalam tahap ini, seorang remaja tentunya diharapkan sudah dapat merumusukan minat mereka dalam hal – hal tertentu misalnya seperti pilihan karier (melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan pengembangan keterampilan), pilihan untuk menikah ataupun mengurus keluarga. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Erikson Isu psikososial yang dialami pada tahap ini yakni terkait identitas versus kebingungan peran. Walaupun seyogyanya pada tahap ini remaja diharapkan telah memiliki gambaran terkait dirinya, namun Erikson juga menjelaskan bahwa dalam tahap ini masih terdapat sebagian remaja yang menghadapi kesulitan besar dalam mendefinisikan atau mengambil peran ataupun keyakinan tertentu dalam hidupnya yang tentunya hal ini memberikan dampak pada tugas perkembangan selanjutnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode Orientasi masa depan (OMD) dirasa cocok untuk membantu remaja dalam menentukan tujuan masa depannya. Hal ini dikarenakan, OMD merupakan upaya antisipasi terhadap masa depan. Dalam hal ini, individu mulai memikirkan kebutuhan tentang masa depan secara sungguh-sungguh, memberikan perhatian kepada yang besar terhadap berbagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya dimasa yang akan datang.