Budi Muhammad Taftazani
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MENDUKUNG PENYEMBUHAN ORANG DENGAN SKIZOPRENIA Faradigma Zukhrufa Zukhrufa; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34393

Abstract

Salah satu gangguan mental yang serius dan sangat berdampak pada hampir semua aspek kehidupan penyandangnya adalah skizoprenia. Gangguan skizoprenia dicirikan dengan adanya halusinasi dan delusi, kekacauan pada afek, serta perilaku sosial yang kacau. Intervensi berupa psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia penting dilakukan sebagai bagian dai proses rehabilitasi. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya psikoedukasi keluarga dalam proses penyembuhan penyandang skizoprenia yang seringkali kurang menjadi fokus perhatian. Metode kajian ini menggunakan literature review dari sumber-sumber yang relevan yang mengkaji tentang psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia. Sumber kajian terdiri dari buku, artikel, dan jurnal terpublikasi. Hasil kajian menunjukkan keluarga sebagai lingkungan terdekat penyandang skizoprenia, menjadi salah satu faktor yang banyak berpengaruh baik pada perkembangan penyebab munculnya skizoprenia, proses penyembuhan sampai pasca penyembuhan, serta masalah kekambuhan. Terjadi hubungan saling mempengaruhi antara keadaan penyandang skizoprenia dan keluarganya. Pola relasi negatif  dapat muncul dari hubungan timbal balik tersebut yang berkontribusi pada terhambatnya proses penyembuhan dan pemulihan atau beresiko terjadi kekambuhan. Diperlukan edukasi kepada keluarga yang memiliki penyandang disabilitas ini terkait dengan bagaimana pola komunikasi, cara berelasi atau perlakuan yang sejalan dengan proses penyembuhan, mengurangi resiko kekambuhan, meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi expressed emotion (EE) dan menciptakan lingkungan terdekat yang mendukung.
PEKERJAAN SOSIAL UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Budi Muhammad Taftazani; Fitri Hajar Purnama; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25663

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bidang kerja dari pekerjaan sosial okupasi atau disebut juga dengan pekerjaan sosial industri.Pengetahuan dan keterampilan terkait pengembangan SDM relevan dengan kompetensi pekerjaan sosial yang dipelajari di pendidikan pekerjaan sosial-yang di Indonesia disebut dengan studi kesejahteraan sosial-. Pengembangan SDM sejalan dengan perspektif kekuatan (strength based) yang digunakan dalam pekerjaan sosial yang memberi perhatian khusus pada sisi kekuatan dari manusia sehingga profesi ini dalam praktiknya terlibat dalam upaya mengubah dan mengembangkan perilaku manusia untuk mencapai kualitas hidup yang diharapan baik secara personal maupun sosial. Pekerjaan sosial okupasi memaksimalkan potensi manusia dan memelihara adaptasi optimal antara individu dan lingkungan kerjanya.  Pekerja sosial melaksanakan tugasnya agar orang-orang di lingkungan kerja memiliki kualitas hidup yang baik sehingga kepuasan konsumen, keuntungan perusahaan, produktivitas dan kepuasan karyawan dapat tercapai.  Diantara tugas pekerja sosial okupasi dalam bidang pengembangan SDM yaitu terlibat dalam manajemen personalia, melaksanakan kegiatan edukasi yang tekait dengan mengubah mindset dan pembiasaan perilaku baru, penanganan karyawan bermasalah dan konseling, mediasi, networking, dan modifikasi lingkungan yang kondusif untuk bekerja.           
PENANGANAN GANGGUAN KEPRIBADIAN “SI PENCARI PERHATIAN” (HISTRIONIK) Gisela Kessik Kessik; Budi Muhammad Taftazani
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34585

Abstract

Gangguan kerpibadian histrionik atau histrionic personality disorder (HPD), dicirikan dengan pola ekspresi emosional yang berlebihan, terkesan impulsifdan berusaha untuk mencari perhatian. Salah satu upaya penanganan yang dapat diberikan kepada para penyandang gangguan ini adalah dengan Cognitive Behavioral Therapy(CBT) dan Terapi ekperimental Keluarga. Artikel ini menggunakan studi literatur untuk mendeskripsikan masalah dan upaya penanganan HPD. Faktor perlakuan atau pengasuhan keluarga menjadi faktor yang menonjol dari penyebab munculnya gangguan ini. Adanyadistosi kognitif pada penyandang memperkuat gejala dan perilaku yang ditampilkan.  Cognitive behavioral therapy dan terapi eksperimental keluarga dapat menjadimetode yang penting untuk penanganan gangguan ini.