Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

From Mustahik to Muzakki: A Study on The Utilization of Zakat Funds For The Creation and Development of Productives Small Businesses in Lazismu Solo Zulkarnain Zulkarnain; Farkhani Farkhani
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1: June 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v17i1.11702

Abstract

The purpose of this research is to see the utilization of zakat funds collected and managed by Lazismu Solo, whether it succeeds in converting mustahik into muzaki or obtaining better than expected results. This field research employs qualitative analysis methods, with data collection techniques through in-depth interviews and field observations. This result shows that the ZIS (Zakat, Infaq, and Alms) fund utilization program to convert mustahik into muzakki seen from the side of program implementation’s effectiveness and efficiency could be considered successful even though it has not been ideal yet in converting mustahik into muzaki. This success has only led to the mustahik becoming an independent Muslim and regardless of their initial status as a mustahik. In the future, this program must continue to be improved until it actually transforms mustahik into muzakki to become one of the ways to eradicate poverty.
Circular letter of Aceh’s Governor (ad interim) number 450/21770/2019: amid fanaticism and its controversy (content analysis) Zulkarnain Zulkarnain
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v20i2.175-189

Abstract

The purpose of this research is to discuss the Circular Letter of Aceh’s Governor (ad interim) number: 450/21770/2019 concerning “the prohibition of holding recitation other than the i’tiqad Ahlu Sunnah wal Jama’ah which caused controvercy and turmoil of religious life in Aceh because it only allows one understanding of fiqih and prohibits others. This is a normative / doctrinal research using a content analysis approach. The results show that the Aceh Government regulations contained in Circular Letter Number: 450/21770/2019 have brought negative precedents for religious harmony in Aceh, especially the freedom to understand and carry out the understanding of Islam in various madhhab.
From Mustahik to Muzakki: A Study on The Utilization of Zakat Funds For The Creation and Development of Productives Small Businesses in Lazismu Solo Zulkarnain Zulkarnain; Farkhani Farkhani
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 17 No. 1: June 2021
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v17i1.11702

Abstract

The purpose of this research is to see the utilization of zakat funds collected and managed by Lazismu Solo, whether it succeeds in converting mustahik into muzaki or obtaining better than expected results. This field research employs qualitative analysis methods, with data collection techniques through in-depth interviews and field observations. This result shows that the ZIS (Zakat, Infaq, and Alms) fund utilization program to convert mustahik into muzakki seen from the side of program implementation’s effectiveness and efficiency could be considered successful even though it has not been ideal yet in converting mustahik into muzaki. This success has only led to the mustahik becoming an independent Muslim and regardless of their initial status as a mustahik. In the future, this program must continue to be improved until it actually transforms mustahik into muzakki to become one of the ways to eradicate poverty.
Penyalahgunaan Hibah Sebagai Sarana Penghindaran Pembagian Warisan: Analisis Hukum Islam dan Perlindungan Hak Ahli Waris di Indonesia Saifuddin Saifuddin; Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Suhaili Sufyan; Indis Ferizal
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i07.3594

Abstract

Hibah merupakan salah satu instrumen hukum Islam yang memberikan kebebasan kepada seseorang untuk mengalihkan harta miliknya kepada pihak lain ketika masih hidup. Pada prinsipnya, hibah bertujuan mewujudkan kemaslahatan, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjadi bentuk kepedulian sosial dalam masyarakat. Namun dalam praktiknya, hibah sering digunakan sebagai sarana untuk menghindari ketentuan pembagian warisan yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Fenomena tersebut umumnya terjadi ketika seseorang menghibahkan sebagian besar atau seluruh hartanya kepada salah satu ahli waris atau pihak tertentu sebelum meninggal dunia dengan tujuan mengurangi hak ahli waris lainnya. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum karena berpotensi merugikan hak-hak ahli waris dan bertentangan dengan prinsip keadilan yang menjadi dasar hukum kewarisan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hibah dalam hukum Islam, mengkaji bentuk-bentuk penyalahgunaan hibah sebagai sarana penghindaran pembagian warisan, serta merumuskan model perlindungan hukum terhadap ahli waris yang dirugikan akibat praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hibah merupakan perbuatan hukum yang sah menurut syariat Islam, penggunaannya untuk menghilangkan atau mengurangi hak ahli waris bertentangan dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tujuan hukum Islam (maqāṣid al-syarī‘ah). Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan rekonstruksi hukum melalui pembatasan hibah yang dilakukan menjelang kematian serta penguatan mekanisme perlindungan terhadap hak ahli waris dalam sistem hukum Indonesia.