Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Kekumuhan di Kelurahan Mariso Kecamatan Mariso Kota Makassar Mega Mustikasari
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i1.1880

Abstract

Slum area is one of the problems which often discovered in big cities, particularly it appears and develops in strategic locations in the center of the city. With such phenomenon as slum, job, kinship, ethnic, religion and other social problems, then it can be said that the life condition of the people is heterogeneous. One of villages in Makassar city which experience social life problems related to slum area is Mariso village in Mariso Sub-district in Makassar City. The objectives of the research are Describe the slum in Mariso Village of Mariso Sub-District in Makassar City. The research employed descriptive approach systematically, factually, and accurately. The data were collected through interview and documentation study technique. The results of the research reveal that is slum in the area based on the variables which are measured in the location of the research. The description of slum in Mariso Village in RW 3 and RW 7 with the slum level is in medium category. It is because each of RW analyzed had the same slum variables.
Tradisi Kasohaka pada Masyarakat Kadatua dalam Upaya Mitigasi Bencana Alam Ramayanti Romalita; Mega Mustikasari; Muh. Suismawansyah; Ridwan Ridwan
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.832

Abstract

This research is a qualitative descriptive study, from which data were obtained through observation and interviews with the Kadatua community. The purpose of this study is to examine the meaning and values of the kasohaka tradition in the Kadatua community, so that it becomes a reference for the Kadatua community, especially in the application of traditional values that exist in the community. The research was conducted through several stages, namely: Observation, Interview, Documentation, Data Analysis. The kasohaka tradition is carried out by means of residents preparing "kantila" (fill gutters) which will be placed on the kasohaka building. Baruga was made as a building for the implementation of the kasohaka ritual, in this baruga the community led by the traditional leader to offer prayers to avoid disaster. Kasohaka tradition contains values such as religious values, mutual cooperation values, cultural values and the value of deliberation. According to people's beliefs if this tradition is not carried out there will be strong winds, heavy rain and big waves, the kasohaka tradition can mitigate disasters because they believe in the prayers they say to the creator to exorcise "demons". disaster bearer.
Dinamika Tradisi Lisan Patu Donggo: Analisis Struktur, Fungsi Komunikatif, dan Nilai Pendidikan dalam Perspektif Pembelajaran Sastra Lisan Syukurman Syukurman; Inra Dely Fadlyah; Muslimin Muslimin; Mega Mustikasari
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 5 No 2 (2026): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol5.Iss2.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika tradisi lisan Patu Donggo ditinjau dari aspek struktur, fungsi komunikatif, dan nilai pendidikan, serta mengkaji implikasinya dalam pembelajaran sastra lisan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif, yang memungkinkan peneliti memahami makna yang terkandung dalam praktik budaya secara mendalam dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku tradisi, tokoh adat, masyarakat, serta pendidik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Patu Donggo memiliki pola kebahasaan yang khas, meliputi rima, diksi, metafora, dan pola larik yang mencerminkan pola pikir simbolik, halus, dan kontekstual masyarakat Donggo. Dari segi fungsi komunikatif, Patu Donggo berperan sebagai media komunikasi sosial yang efektif dalam menyampaikan nasihat, kritik sosial, ekspresi perasaan, serta menjaga keharmonisan hubungan sosial melalui cara penyampaian yang tidak langsung dan beretika. Sementara itu, nilai pendidikan yang terkandung dalam Patu Donggo meliputi kesopanan, penghormatan, solidaritas, dan kebijaksanaan lokal yang terinternalisasi sebagai habitus budaya dan diwariskan secara turun-temurun melalui praktik sosial. Dalam konteks pendidikan formal, Patu Donggo memiliki relevansi yang kuat untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra lisan sebagai sumber belajar yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kearifan lokal. Namun demikian, implementasinya memerlukan strategi adaptasi yang mempertimbangkan karakteristik kurikulum, kompetensi guru, serta kebutuhan peserta didik agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan secara optimal dan bermakna.